Cuaca Belum Memungkinkan, Basarnas Tunda Operasi Bawah Air KM Virgo
- 15 Sep 2026 13:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Basarnas menunda operasi pencarian bawah air korban KM Virgo Transport 8 pada hari kedua (Senin, 14 September 2026) akibat kondisi cuaca dan perairan yang tidak aman untuk tim penyelam.
- Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa sejumlah personel penyelam telah disiapkan untuk mendukung operasi, termasuk dari Kopaska TNI AL dan Basarnas Special Group.
- Keputusan penundaan diambil untuk memastikan keselamatan tim penyelam yang akan melakukan operasi bawah air dalam kondisi yang lebih optimal.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Basarnas menunda operasi pencarian bawah air korban KM Virgo Transport 8 pada hari kedua, Senin, 14 September 2026. Penundaan dilakukan karena kondisi cuaca dan perairan di lokasi belum memungkinkan tim penyelam melakukan operasi secara aman.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan sejumlah personel penyelam telah disiapkan untuk mendukung operasi bawah air. Personel tersebut berasal dari Kopaska TNI AL, penyelam khusus TNI AL, dan Basarnas Special Group.
“Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, teman-teman yang sudah kita siapkan hari ini belum bisa kita turunkan. Keselamatan personel menjadi pertimbangan utama sebelum penyelaman dilakukan di lokasi kapal tenggelam," katanya kepada awak media, Senin, 14 September 2026.
Basarnas selanjutnya mengandalkan dukungan teknologi sebagai tahap awal pencarian bawah air. KRI Canopus yang masih dalam perjalanan menuju lokasi diperkirakan tiba pada Selasa, 15 September 2026, untuk mendukung operasi berikutnya.
KRI Canopus dilengkapi sejumlah peralatan pencarian bawah air. Di antaranya underwater drone, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV).
Peralatan tersebut akan digunakan untuk mengetahui kondisi dan posisi kapal sebelum tim penyelam diturunkan. Syafii menjelaskan, pelaksanaan penyelaman harus mempertimbangkan kondisi kesehatan personel, arus laut, dan tingkat kekeruhan air.
“Penyelaman harus mempertimbangkan kondisi kesehatan personel, arus laut, hingga tingkat kekeruhan air. Kondisi kapal yang diduga berada dalam posisi tertentu juga menjadi faktor risiko, sehingga penyelaman tidak dapat dilakukan secara langsung.”
Basarnas memastikan pencarian tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel. Tim SAR juga terus menyisir sektor yang telah ditentukan dengan memperhitungkan kemungkinan pergeseran korban maupun objek akibat arus laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....