BMKG Syamsudin Noor Jelaskan Kondisi Cuaca saat KM Virgo Tenggelam
- 14 Sep 2026 17:43 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- BMKG mencatat cuaca di sekitar lokasi KM Virgo pada 13 September 2026 cerah hingga cerah berawan, tanpa indikasi hujan lebat pada periode pengamatan.
- Angin berada pada kategori sedang hingga kencang dengan kecepatan 15–20 knot, dominan dari arah tenggara, sedangkan tinggi gelombang mencapai 1,5–2 meter.
- Arus laut berkategori lemah hingga sedang, dengan kecepatan sekitar 0,4–1,2 knot dan dominan bergerak menuju barat laut.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin mencatat kondisi cuaca di sekitar lokasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada Minggu, 13 September 2026, berada dalam kondisi cerah hingga cerah berawan. Namun, analisis BMKG menunjukkan terdapat angin sedang hingga kencang dan gelombang laut setinggi 1,5 hingga 2 meter.
Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Ota Welly Jenni Thalo, mengatakan analisis dilakukan untuk periode 13 September 2026 pukul 00.00 hingga 14.00 Wita. Data diperoleh dari citra satelit dan analisis model gelombang laut Inawave BMKG.
“Untuk kondisi cuaca tanggal 13 September 2026 pukul 00.00 hingga 14.00 Wita, berdasarkan citra satelit, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian cerah hingga cerah berawan,” kata Ota saat dikonfirmasi RRI, Senin, 14 September 2026. “Secara visual tidak terdapat indikasi hujan lebat pada periode tersebut.”
Meski kondisi atmosfer relatif cerah, BMKG mencatat angin di perairan sekitar lokasi berada pada kategori sedang hingga kencang. Kecepatan angin berkisar 15 hingga 20 knot dengan arah dominan dari tenggara.
“Analisis model Inawave BMKG menunjukkan adanya angin dengan kategori sedang hingga kencang dengan kecepatan 15 hingga 20 knot, dominan dari arah tenggara,” ujar Ota. “Parameter ini menjadi bagian dari gambaran kondisi laut saat kejadian.”
BMKG juga mencatat tinggi gelombang laut di sekitar lokasi berada pada kategori sedang. Ketinggiannya diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 meter.
Sementara itu, arus laut terpantau berada pada kategori lemah hingga sedang. Kecepatan arus berkisar 0,4 hingga 1,2 knot dengan arah dominan menuju barat laut.
Ota mengatakan data tersebut menggambarkan kondisi atmosfer dan laut berdasarkan hasil pengamatan serta pemodelan pada periode kejadian. Informasi mengenai cuaca, angin, gelombang, dan arus dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat kondisi perairan saat kecelakaan KM Virgo Transport 8.
BMKG terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan laut di wilayah perairan terkait. Informasi resmi mengenai kondisi meteorologi dan oseanografi disampaikan berdasarkan hasil pengamatan serta analisis BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....