Lepas KRI Wahidin, Menko Polkam Tekankan Misi Kemanusiaan di Pasifik

  • 15 Sep 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 membawa misi kesehatan, kemanusiaan, dan diplomasi ke kawasan Pasifik serta Oseania.
  • Port Visit 2026 melibatkan 318 personel lintas TNI, Polri, kementerian, akademisi, relawan, jurnalis, dan mahasiswa.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia mengirimkan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 untuk menjalankan misi kesehatan, kemanusiaan, dan diplomasi di kawasan Pasifik serta Oseania. Misi Port Visit 2026 tersebut mengusung tema “Health, Humanity, and Diplomacy dengan semangat Bridging Nations, Serving Humanity”.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, melepas keberangkatan kapal tersebut pada Senin 14 September 2026. Kegiatan tersebut dilakukan di Dermaga 106 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menko menegaskan kehadiran Indonesia di kawasan Pasifik bukan untuk menunjukkan kekuatan. “Kami menghadirkan kepedulian, membangun kepercayaan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Djamari mengatakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 merupakan Kapal Bantu Rumah Sakit TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut membawa misi kesehatan, kemanusiaan, dan persahabatan melalui keterlibatan berbagai unsur lintas institusi.

“Untuk pertama kalinya yang berangkat tidak hanya TNI Angkatan Laut,” katanya. “Di situ ada TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, Kepolisian, mahasiswa, dan para relawan.”

Keterlibatan lintas unsur tersebut menjadi bagian dari diplomasi terpadu Indonesia di kawasan Pasifik dan Oseania. Satgas Port Visit 2026 yang dipimpin Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto itu akan mengunjungi sejumlah negara untuk memperkuat hubungan bilateral.

Kunjungan tersebut mencakup berbagai kegiatan kemaritiman, sosial, budaya, kesehatan, ekonomi, serta pendidikan. Kehadiran satgas juga diarahkan untuk membangun kepercayaan dan mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Pasifik.

Pelayaran Port Visit 2026 berlangsung sekitar 60 hari mulai 14 September hingga 12 November 2026. Rute pelayaran mencakup Jakarta, Sorong, Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Wanam, kemudian kembali menuju Sorong.

Misi tersebut melibatkan 318 personel dengan komposisi 247 personel TNI AL, 21 personel TNI AD, 15 personel TNI AU, dan empat personel Polri. Selain itu, terdapat 31 personel gabungan dari kementerian dan lembaga, akademisi, relawan, jurnalis, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Menko berpesan agar seluruh personel menjaga kesehatan, tata krama, disiplin, dan ketentuan selama berada di atas KRI. Djamari juga meminta seluruh personel menjaga kehormatan Indonesia serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan misi hingga kembali ke Tanah Air.

“Pada saat kalian berada di negara-negara tujuan, tunjukkan bahwa kalian adalah orang Indonesia dan prajurit Indonesia,” ucapnya. “Tunjukkan bahwa kita peduli kepada mereka dan berkeinginan memiliki hubungan yang erat dengan negara-negara di Pasifik Selatan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....