PU Perkuat Pengendalian Banjir Banjarmasin melalui Revitalisasi Sungai Veteran

  • 15 Sep 2026 10:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat pengendalian banjir perkotaan melalui revitalisasi Sungai Veteran di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  • Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) dilaksanakan secara bertahap untuk menangani banjir perkotaan dan penataan kawasan.
  • Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat luas, tidak hanya meningkatkan konektivitas tetapi juga mendukung pengendalian banjir.

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat pengendalian banjir perkotaan melalui revitalisasi Sungai Veteran, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penanganan tersebut dilakukan melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) secara bertahap.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas masyarakat. Menurutnya, infrastruktur juga harus memberikan manfaat lebih luas, termasuk mendukung pengendalian banjir dan penataan kawasan perkotaan.

“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal . Dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan , dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2026.

Proyek tersebut dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III melalui tiga tahapan pekerjaan peningkatan kapasitas Sungai Veteran. Tahap pertama mencakup ruas Klenteng–Simpang Ulin sepanjang 891 meter pada Tahun Anggaran 2024–2026.

Tahap kedua direncanakan sepanjang 850 meter, sedangkan tahap ketiga memiliki panjang mencapai 1.708 meter. Pada tahap pertama, sistem pengendalian banjir diperkuat melalui pembangunan pintu air dan rumah pompa.

Di bagian hilir Sungai Veteran terdapat dua pintu air dan tiga pompa berkapasitas masing-masing 2.500 liter per detik. Selain itu, sistem pengendalian air juga diperkuat Sungai Bilu melalui dua pintu air dan dua pompa mobile.

Masing-masing pompa mobile tersebut memiliki kapasitas mencapai 1.000 liter per detik untuk mendukung pengendalian aliran air. Sementara, bagian hulu Sungai Veteran dilengkapi dua pintu air dan dua pompa berkapasitas 1.500 liter per detik.

Kombinasi infrastruktur tersebut dirancang meningkatkan kemampuan sungai mengelola aliran air menghadapi potensi genangan perkotaan. Kementerian PU menargetkan luas genangan berkurang signifikan dari 358,86 hektare menjadi hanya 13,69 hektare.

Penanganan Sungai Veteran juga mencakup revitalisasi, normalisasi, serta penataan kawasan di sekitar sungai tersebut. Saat ini, lebar sungai mencapai delapan meter dengan kedalaman 3,5 meter, meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya.

Sebelumnya, kedalaman Sungai Veteran hanya mencapai 1,5 meter sehingga kapasitas pengaliran air lebih terbatas. Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan perlindungan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan kawasan perkotaan menghadapi banjir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....