Basarnas: Penyebab Kapal Virgo Miring akibat Hantaman Ombak di Lambung Kanan
- 14 Sep 2026 02:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hantaman ombak dari lambung kanan kapal disebut menjadi salah satu penyebab Kapal Virgo Transport 8 mengalami kemiringan.
- Informasi mengenai penyebab kemiringan kapal itu diperoleh langsung dari nakhoda Kapal Virgo Transport 8.
- Berdasarkan data manifes, Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru kapal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hantaman ombak dari lambung kanan kapal disebut menjadi salah satu penyebab Kapal Virgo Transport 8 mengalami kemiringan. Hantaman ombak itu terjadi sebelum Kapal Virgo mengalami kecelakaan di Laut Jawa, Minggu 13 September 2026.
Demikian disampaikan Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso di Jakarta, Minggu 13 September 2026. Ia mengatakan, informasi mengenai penyebab kemiringan kapal itu diperoleh langsung dari nakhoda Kapal Virgo Transport 8 dalam proses operasi pencarian dan pertolongan.
Diketahui, kapal tersebut tengah dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ketika mengalami kecelakaan. "Disampaikan oleh nakhoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan," kata Edy.
Berdasarkan data manifes, Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru kapal. Data tersebut menjadi dasar Basarnas dalam melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Hingga Minggu sekitar pukul 15.30 WIB sore, Basarnas mencatat 114 orang telah dievakuasi. Sebanyak 98 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara enam orang meninggal dunia.
Edy merinci, dari kapal tunda (TB) Mauhaw terdapat 16 orang yang dievakuasi, dengan 15 orang selamat dan satu meninggal dunia. Sementara dari TB TCP terdapat enam orang, terdiri atas satu orang selamat dan lima meninggal dunia.
Dari KM Haida, sebanyak 69 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Kemudian dari kapal nelayan Cahaya Bahari yang dipindahkan ke Kapal Intandaya terdapat 22 orang selamat. Satu korban lainnya ditemukan selamat di kapal nelayan Sri Asih.
"Dari perkembangan yang bisa saya sampaikan, korban yang diselamatkan adalah 114, kemudian selamat 98, yang meninggal dunia enam. Yang masih dalam pencarian dalam hal ini kurang lebih 129 orang," ujar Edy.
Basarnas memastikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih hilang terus dimaksimalkan. Sebanyak 129 orang yang masih dalam pencarian menjadi fokus utama operasi.
Upaya pencarian dilakukan dengan mengerahkan seluruh unsur yang berada di lapangan, baik armada laut maupun unsur udara. Basarnas juga terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan operasi untuk memperluas dan mengoptimalkan pencarian korban Kapal Virgo Transport 8.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....