40 Penyandang Tunanetra Ikuti Tilawah Disabilitas Netra di MTQ Nasional

  • 14 Sep 2026 03:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 40 penyandang tunanetra dari 37 provinsi mengikuti lomba tilawah disabilitas netra pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI.
  • Babak penyisihan berlangsung mulai Minggu hingga Kamis (17/9). Sedangkan babak final dijadwalkan pada Jumat (18/9).
  • Dalam perlombaan tersebut, peserta dapat membaca Al Quran melalui hafalan maupun menggunakan Al Quran Braille.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 40 penyandang tunanetra dari 37 provinsi mengikuti lomba tilawah disabilitas netra pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Studio Catwalk BBPVP Kementerian Ketenagakerjaan, Semarang, Jawa Tengah.

Person in Charge (PIC) Majelis 3 Tartil dan Tilawah Disabilitas Netra MTQ Nasional Mohammad Asyiq mengatakan babak penyisihan berlangsung mulai Minggu hingga Kamis (17/9). Sedangkan babak final dijadwalkan pada Jumat (18/9).

"Hari ini penyisihan dan final pada Jumat (18/9). Untuk materi itu satu jam sebelum tampil baru peserta mendapatkan, demikian pula urutan tampil," kata Asyiq di Semarang, Minggu 13 September 2026.

Dalam perlombaan tersebut, peserta dapat membaca Al Quran melalui hafalan maupun menggunakan Al Quran Braille. Penampilan mereka dinilai oleh sembilan anggota dewan hakim.

Salah satu peserta, Ahmad Zainuddin, qari disabilitas netra asal Kota Semarang, mengatakan keikutsertaannya dalam MTQ Nasional bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara. Warga Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang, itu mengaku ingin memperdalam kemampuan dalam seni tilawah Al Quran.

Sementara hasil perlombaan, menurut Ahmad, diserahkan kepada Allah. "Bukan niat cari juara, saya niatnya untuk mempelajari tilawah Al Quran itu lebih dalam," ujarnya.

Menurut Zainuddin, Al Quran bukan sekadar bacaan. Membaca dan menghayati ayat-ayat kalamullah memberikan ketenangan dalam hati. Ia mulai serius mendalami Al Quran sejak berusia 16 tahun dengan belajar di Pondok Pesantren Al Khairat, Jepara.

Sejumlah prestasi kemudian berhasil diraihnya, termasuk menjadi juara dua MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pati dan Tegal. Untuk tampil di tingkat nasional, Zainuddin mengaku telah mempersiapkan diri secara serius selama setahun.

Namun, setelah seluruh ikhtiar dilakukan, ia memilih tidak menggantungkan kebahagiaan pada hasil perlombaan. Sementara itu, qariah disabilitas netra asal Kalimantan Timur, Siti Nurjanah, mengaku telah menjalani persiapan selama sembilan bulan untuk menghadapi MTQ Nasional XXXI.

"Saya dengan pelatih berlatih dua kali dalam satu hari, selama sembilan bulan itu. Harapannya ya bisa mendapat juara satu, karena di ajang tahun lalu mendapat juara harapan satu," katanya.

Keikutsertaan puluhan penyandang tunanetra dari berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI yang memberikan ruang bagi peserta disabilitas netra untuk menunjukkan kemampuan dalam seni membaca Al Quran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....