Karhutla Sungai Aur Capai 20 Hektare, Tim Gabungan Terus Lakukan Pendinginan
- 13 Sep 2026 11:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Karhutla di Desa Sungai Aur, Muaro Jambi, diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.
- Tim menggunakan Suntik Gambut, Jet Shoter, dan cairan X-Fire untuk mendukung pemadaman serta pendinginan.
- Penanganan melibatkan TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, MPA, serta regu pemadam perusahaan.
RRI.CO.ID, Jambi – Kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Aur, Muaro Jambi, diperkirakan mencapai 20 hektare. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah titik api kembali muncul.
Penanganan pada Minggu, 13 September 2026, dipimpin Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Vendra Riviyanto. Ia didampingi Dansat Brimob Kombes Pol. Budi Hidayat dan Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah.
“Penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu. Seluruh personel terus bergerak bersama instansi terkait memastikan api tidak kembali meluas,” ujar Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 13 September 2026.
Sebelum menuju Sungai Aur, rombongan memeriksa kesiapan peralatan di Posko Manggala Agni, Kecamatan Berbak. Posko tersebut berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan menjadi titik pengecekan sarana penanganan karhutla.
Peralatan yang diperiksa mencakup Nozel SUNBUT atau Suntik Gambut serta Jet Shoter untuk penyemprotan. Tim juga memastikan kesiapan cairan X-Fire yang digunakan khusus membantu pemadaman kebakaran lahan gambut.
Setelah pemeriksaan, rombongan bergerak menuju Desa Sungai Aur untuk mengecek langsung kawasan terdampak. Personel kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan menggunakan berbagai peralatan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Tim juga menguji penggunaan cairan X-Fire dengan perangkat Jet Shoter pada kawasan gambut terbakar. Metode tersebut digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan efektivitas pemadaman di lapangan.
“Penggunaan suntik gambut, Jet Shoter, maupun cairan X-Fire merupakan bagian mencari metode paling efektif. Keselamatan personel, percepatan pemadaman, dan pencegahan kebakaran meluas tetap menjadi prioritas,” katanya.
Hasil pengecekan memperkirakan luas lahan terbakar di Desa Sungai Aur mencapai sekitar 20 hektare. Pendinginan terus dilakukan guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang kembali muncul.
Penanganan melibatkan personel TNI-Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Masyarakat Peduli Api. RPK PT JBP dan RPK PT BBS juga terlibat dalam operasi gabungan tersebut.
Sinergi lintas instansi terus diperkuat karena karakteristik lahan gambut membutuhkan penanganan berkelanjutan setelah pemadaman. Pendinginan menjadi bagian penting untuk mencegah bara di bawah permukaan kembali memicu kebakaran.
Polda Jambi juga meminta masyarakat menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran selama kondisi lahan kering. Masyarakat khususnya diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan menjadi kunci utama karena dampak karhutla dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....