Pencarian Hari Kelima Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Jeriken Minyak

  • 13 Sep 2026 00:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari kelima, pencarian delapan orang hilang di Selat Sunda diperluas menjadi 2.537 mil laut persegi.
  • Tim SAR membagi pencarian menjadi enam sektor dengan dukungan kapal, helikopter, dan dua drone thermal.
  • Temuan jeriken minyak masih diperiksa, sementara delapan orang belum ditemukan dan operasi SAR terus dievaluasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Memasuki hari kelima operasi SAR, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian delapan orang hilang di Selat Sunda. Area pencarian laut mencapai 2.537 mil laut persegi, sementara pencarian udara diperkuat helikopter HR-3604 dan dua drone thermal.

Pencarian dibagi menjadi enam sektor, yakni T, U, Z, W, X, dan Y dengan melibatkan sejumlah kapal. Tim menyisir wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau hingga pesisir Panaitan, Ujung Kulon, Sebesi, Sebuku, Lagundi, dan Tanjung Tua.

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian menyeluruh untuk menemukan delapan orang yang hilang kontak setelah speedboat dilaporkan hilang. Operasi hari kelima diperluas berdasarkan evaluasi lapangan, kondisi cuaca, serta koordinasi seluruh unsur pencarian di Selat Sunda.

Pada Sektor T seluas 348 mil laut persegi, pencarian melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang. Ketiga unsur menyisir wilayah pencarian secara visual, namun hingga operasi berakhir belum ditemukan tanda keberadaan korban.

Sektor U mencakup 406 mil laut persegi dengan dukungan KRI Leuser, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena. Penyisiran dilakukan sekitar tenggara dan barat Gunung Anak Krakatau, tetapi tim belum menemukan korban maupun petunjuk keberadaan mereka.

"Pencarian terus kami lakukan dengan mengerahkan seluruh unsur tersedia sesuai rencana operasi serta perkembangan kondisi lapangan hari ini. Kami tetap mengedepankan keselamatan tim sambil melanjutkan pencarian berdasarkan evaluasi serta perkembangan informasi lapangan terbaru hari ini," tulis Basarnas dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 12 September 2026.

Sektor Z seluas 473 mil laut persegi disisir KN SAR Basudewa dan KRI Lepu hingga sekitar Pulau Sertung. Tim melanjutkan penyisiran menuju Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi, namun belum menemukan korban maupun petunjuk keberadaan mereka.

Sektor W menjadi wilayah laut terbesar dengan luas 585 mil laut persegi, melibatkan KP Hayabusa serta RIB 02 Banten. Tim menyisir perairan Pulau Panaitan hingga Ujung Kulon, namun hasil pencarian belum menemukan korban maupun petunjuk keberadaan mereka.

Pada Sektor X seluas 380 mil laut persegi, KN SAR Tetuka 247 dan RBB Peucang melakukan penyisiran hingga sore. KN SAR Tetuka menemukan jeriken minyak biru, lalu menindaklanjutinya menggunakan drone untuk memastikan kemungkinan keterkaitannya dengan pencarian.

"Temuan jeriken tersebut masih kami tindaklanjuti, tetapi belum dapat dipastikan berkaitan dengan speedboat atau delapan orang hilang. Hingga operasi hari kelima, belum ada konfirmasi bahwa objek tersebut berkaitan dengan korban yang masih dalam pencarian," tulisnya.

Sektor Y seluas 345 mil laut persegi disisir RIB 02 Lampung hingga wilayah sekitar Sebesi dan Tanjung Tua. Pencarian udara juga dilakukan HR-3604 seluas 2.063 mil laut persegi, tetapi jarak pandang rendah membatasi pemantauan udara.

Hingga operasi SAR hari kelima, delapan orang masih berstatus dalam pencarian dan belum ditemukan dalam kondisi apapun. Tim SAR Gabungan akan mengevaluasi operasi, kemudian melanjutkan pencarian berdasarkan hasil koordinasi dan perkembangan terbaru lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....