Kemkomdigi Lacak Sinyal HP Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
- 12 Sep 2026 22:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemkomdigi memanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem pemantauan frekuensi radio untuk melacak jejak komunikasi rombongan jurnalis yang hilang.
- Rombongan tersebut berjumlah delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga warga yang dilaporkan masih hilang di perairan Selat Sunda.
- Kemkomdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau aktivitas Base Transceiver Station (BTS) di sekitar perairan Selat Sunda.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem pemantauan frekuensi radio untuk melacak jejak komunikasi rombongan jurnalis yang hilang. Rombongan tersebut berjumlah delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga warga yang dilaporkan masih hilang di perairan Selat Sunda.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, Kemkomdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau aktivitas Base Transceiver Station (BTS) di sekitar perairan Selat Sunda. Baik wilayah Banten maupun Lampung.
Hal itu disampaikan Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu 12 September 2026. "Kemkomdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda," kata Nezar.
Selain melalui jaringan operator seluler, pemantauan dilakukan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung. Pemantauan tersebut bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya sinyal telekomunikasi di area pencarian.
"Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap," ujarnya. Menurut Nezar, informasi mengenai aktivitas telekomunikasi yang terdeteksi operator seluler kemudian diteruskan kepada tim SAR untuk menjadi bahan dalam menentukan kemungkinan lokasi terakhir delapan warga yang hilang.
Berdasarkan hasil pelacakan, kontak komunikasi terakhir terdeteksi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. "Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses, berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi," kata Nezar.
Pemantauan jejak komunikasi dilakukan setelah Kemkomdigi menerima informasi mengenai rombongan yang hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Mereka berada di perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pada hari kelima pencarian, Sabtu, area pencarian diperluas.
Tim SAR Banten bersama personel TNI Angkatan Laut dan Polairud mengerahkan 14 kapal dan satu helikopter untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan rombongan.
"Kita terus memantau, terus mencari, dan sama-sama kita berdoa," ujar Nezar.
"Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar dalam proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan. Dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda," katanya.
Selain melacak sinyal komunikasi, Kemkomdigi juga memantau informasi yang beredar di ruang digital terkait hilangnya rombongan tersebut. Nezar mengimbau masyarakat memverifikasi setiap informasi yang beredar di platform digital dan menjadikan keterangan resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....