PFIJ Tunggu Informasi Resmi Pencarian Lima Jurnalis Hilang

  • 11 Sep 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PFIJ masih menunggu informasi resmi Basarnas terkait perkembangan pencarian delapan orang yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau.
  • PFIJ mengajak insan pers mengedepankan doa dan dukungan moral bagi keluarga serta menghindari pembahasan yang tidak penting.
  • Peristiwa ini diharapkan menjadi pembelajaran untuk memperkuat edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum PFIJ, Dwi Pambudo menyebut pihaknya belum menerima informasi resmi hasil pencarian lima jurnalis yang hilang di wilayah Gunung Anak Krakatau. Pihaknya masih memantau perkembangan melalui posko dan menunggu pembaruan dari tim gabungan yang memperluas pencarian pada hari keempat.

"Kami masih memantau dari posko, sementara teman-teman PFIJ juga berada di sana untuk mengikuti perkembangan pencarian hari ini. Belum ada keterangan resmi karena skala tim gabungan lebih besar, sehingga kami menunggu informasi langsung dari lokasi pencarian," katanya saat ditemui wartawan di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat malam, 11 September 2026.

Dwi berharap solidaritas insan pers tidak hanya terlihat di Jakarta, tetapi juga tumbuh di berbagai daerah Indonesia. Menurutnya, dukungan moral dan doa penting diberikan kepada keluarga sebagai bagian dari nilai kemanusiaan dalam menghadapi bencana.

"Kami membutuhkan doa dan dukungan moral, agar nilai kemanusiaan tetap dikedepankan tanpa membahas hal-hal yang tidak penting. Apapun profesi dan jabatan seseorang, nilai kemanusiaan harus menjadi perhatian utama dalam situasi seperti ini bersama-sama," ucapnya.

PFIJ menilai peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran untuk memperkuat edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan jurnalis saat menjalankan tugas lapangan. Hal tersebut juga diharapkan mendorong masyarakat memahami pentingnya mitigasi serta kesiapan menghadapi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Harapannya, pengalaman ini menjadi edukasi agar kita semakin tanggap terhadap mitigasi bencana dan siap menghadapi Indonesia lebih baik. Kita harus bersama-sama membantu teman-teman, memperkuat mitigasi bencana, serta membangun kesiapsiagaan untuk Indonesia yang lebih baik ke depan," ujarnya.

Sebelumnya, Basarnas menggelar operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari sejak Selasa, 8 September 2026 hingga Senin, 14 September 2026.

Operasi pencarian dilakukan berdasarkan pedoman IAMSAR Guidelines dengan melibatkan berbagai unsur terkait untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal. Basarnas akan mengevaluasi hasil pencarian pada hari ketujuh sebelum menentukan kelanjutan operasi berdasarkan kondisi dan perkembangan lapangan terkini.

"Kalau mengacu kepada IAMSAR Guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama 7 hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan laksanakan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya," ucap Kepala Basarnas Syafii dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 11 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....