Karhutla Jabar Bakar 325,87 Hektare Lahan, 215.424 KK Terdampak Kekeringan

  • 12 Sep 2026 22:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Jawa Barat mencatat sebanyak 193 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 8 September 2026.
  • Karhutla itu membakar area seluas 325,87 hektare di 121 kecamatan se-Jabar.
  • Selain karhutla, sebanyak 215.424 kepala keluarga (KK) terdampak bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat.

RRI.CO.ID, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sebanyak 193 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 8 September 2026. Karhutla itu membakar area seluas 325,87 hektare di 121 kecamatan se-Jabar.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat Hardjasasmita mengatakan selain karhutla, sebanyak 215.424 kepala keluarga (KK) terdampak bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat. "Hingga 8 September 2026 tercatat sebanyak 193 kejadian kebakaran lahan dan hutan di 121 kecamatan, dengan total luas lahan terbakar mencapai 325,87 hektare," kata Hadi di Bandung, Sabtu 12 September 2026.

Sementara itu, kekeringan telah melanda 205 kecamatan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak, BPBD Jawa Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan 17,69 juta liter air bersih.

BPBD Jawa Barat mencatat wilayah dengan sebaran lahan terbakar cukup luas antara lain Kabupaten Majalengka, Sukabumi, Subang, Sumedang, Bandung, Kuningan, Cirebon, dan Pangandaran. Salah satu wilayah yang mengalami karhutla cukup kritis berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya Blok Cileutik, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Kebakaran di kawasan tersebut terjadi sejak Senin (7/9) dan menghanguskan sekitar 40 hektare lahan. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan karhutla di Gunung Ciremai maupun bencana kekeringan di sejumlah daerah terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.

"Kondisi terkini pada Rabu (9/9/2026) menunjukkan tim gabungan masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan. Sementara pada pukul 20.00 WIB titik api sudah tidak terlihat meski penyekatan dan pendinginan masih terus dilakukan," ujar Berton.

Pemadaman karhutla di kawasan TNGC dilakukan secara manual dan menggunakan jetshooter. Upaya tersebut melibatkan petugas TNGC, BPBD Kuningan, TNI, Polri, serta aparatur setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, BPBD Jawa Barat meminta tambahan personel, peralatan pemadaman karhutla, serta dukungan logistik untuk memperkuat penanganan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....