BNPB Imbau Waspada Kekeringan dan Karhutla di Sejumlah Daerah

  • 12 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
  • Pemerintah daerah juga diminta memperkuat koordinasi, pemantauan, serta penanganan terhadap potensi bencana kekeringan dan karhutla.

RRI.CO.ID, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah daerah juga diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut di sejumlah wilayah Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu diperkuat. Terutama di wilayah yang mengalami kekeringan dan berpotensi terjadi karhutla.

“BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Khususnya di wilayah yang menghadapi kekeringan dan potensi karhutla,” kata Berton dalam keterangan tertulis, Jumat 11 September 2026.

Di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, kekeringan berdampak pada 13 kecamatan, 56 desa, dan 17 kelurahan. Sebanyak 724 kepala keluarga atau 2.292 jiwa terdampak akibat berkurangnya debit sumber air bersih.

Hingga Kamis kemarin, BPBD Kabupaten Wajo bersama petugas gabungan telah mendistribusikan 84 ribu liter air bersih. Bantuan tersebut terdiri atas 17 tangki dengan total 81 ribu liter air dan dua tandon sebanyak 3.000 liter.

Kekeringan juga berdampak pada lahan persawahan di Kabupaten Sinjai. Sekitar 314 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Barat mengalami kekurangan suplai air.

BPBD setempat berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menangani kondisi tersebut. Sementara itu, karhutla terjadi di Kabupaten Gowa dengan luas lahan terbakar sekitar enam hektare.

Kebakaran melanda Kecamatan Parigi, Pattallassang, dan Bontomarannu pada Kamis. Petugas gabungan dari BPBD dan tim reaksi cepat berhasil melakukan pemadaman dan pendinginan sehingga api dapat dikendalikan.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Enrekang pada Rabu lalu. Kebakaran di Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, menghanguskan sekitar lima hektare lahan.

Api berhasil dipadamkan pada Kamis kemarin sekitar pukul 04.00 WITA. Di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, BNPB mencatat dua kejadian kebakaran lahan.

Kebakaran pada 1 September menghanguskan sekitar 22 hektare lahan. Sedangkan kejadian pada 4 September membakar sekitar 23,2 hektare lahan.

Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut. Petugas juga telah berhasil memadamkan api.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta memastikan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api dilakukan secara aman.

“Apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada BPBD. Atau kepada instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” ujar Berton.

Untuk masyarakat di wilayah terdampak kekeringan, BNPB mengimbau penggunaan air bersih dilakukan secara bijak. Penggunaan air diminta memprioritaskan kebutuhan pokok.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat koordinasi dan pemantauan. Serta penanganan terhadap potensi bencana kekeringan dan karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....