Satgas Udara Padamkan 667,50 Hektare Karhutla di Kalsel
- 12 Sep 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Operasi Satgas Udara berhasil menangani pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 667,50 hektare di Kalimantan Selatan (Kalsel).
- Operasi Satgas menggunakan helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
- Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan luasan yang berhasil ditangani tersebut merupakan bagian dari total 1.691,50 hektare lahan yang terdampak karhutla.
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Operasi Satgas Udara berhasil menangani pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 667,50 hektare di Kalimantan Selatan (Kalsel). Operasi Satgas menggunakan helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan luasan yang berhasil ditangani tersebut merupakan bagian dari total 1.691,50 hektare lahan yang terdampak karhutla. "Luas yang tertangani ini dari total lahan terdampak karhutla 1.691,50 hektare," kata Ronny di Banjarbaru, Jumat 11 September 2026.
Dengan demikian, sekitar 39,46 persen lahan terdampak telah ditangani melalui operasi pengeboman air. Sedangkan 60,54 persen lainnya masih belum tertangani.
Ronny mengatakan saat ini terdapat empat unit helikopter water bombing yang mendukung operasi udara. Helikopter tersebut dikerahkan untuk memadamkan titik api dengan skala prioritas, terutama di lokasi yang sulit dijangkau tim pemadam di darat.
Salah satu wilayah yang menjadi prioritas adalah kawasan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru. Di kawasan tersebut masih cukup banyak ditemukan titik api.
"Di lokasi ini setiap harinya helikopter water bombing dioperasikan bersama-sama petugas di darat melakukan pemadaman," ujarnya. Menurut Ronny, kawasan sekitar bandara menjadi perhatian utama karena asap akibat karhutla berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
"Tentu area sekitar bandara jadi prioritas agar kabut asap akibat karhutla tidak mengganggu penerbangan," ujarnya. Selain pemadaman, operasi udara juga dilakukan untuk memantau perkembangan titik api.
Saat ini terdapat satu unit helikopter Bell 206 dan satu unit pesawat Cessna Caravan C208 yang digunakan untuk patroli udara. Pesawat Cessna Caravan C208 juga disiagakan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC).
Langkah tersebut disiapkan menyusul prediksi BMKG mengenai potensi pertumbuhan awan hujan dalam sepekan ke depan. "Pesawat Cessna ini juga disiagakan untuk operasi modifikasi cuaca dan dalam satu pekan ke depan prediksi BMKG ada banyak pertumbuhan bibit-bibit awan hujan," kata Ronny.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....