Kementerian PKP Percepat Program Bedah Rumah, Alokasikan 434 Unit di Menteng

  • 12 Sep 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengalokasikan 434 unit Program Bedah Rumah di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
  • Menteri Maruarar Sirait meminta percepatan pelaksanaan program agar bantuan dapat segera dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat.
  • Transparansi dan pengawasan menjadi fokus utama untuk memastikan program berjalan dengan tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan alokasi anggaran.

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mempercepat pelaksanaan Program Bedah Rumah. Sebanyak 434 unit mendapat alokasi program tersebut di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Menteri PKP Maruarar Sirait meminta pelaksanaan program dipercepat agar alokasi bantuan dapat segera dirasakan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi dan pengawasan agar program berjalan transparan serta tepat sasaran.

Menteri PKP mengatakan kuota Bedah Rumah Jakarta mencapai 10.300 unit pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 970 unit telah dinyatakan lolos verifikasi dan proses berikutnya terus didorong.

“Kita permudah aturannya, jangan dipersulit, supaya cepat. Tolong sosialisasikan dengan masif,” kata Menteri Ara saat meninjau Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Menteng Sukabumi, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 September 2026.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Musrifah menjelaskan sejumlah persyaratan Bedah Rumah kini telah dipermudah. Ia mengatakan kemudahan tersebut mencakup persyaratan penguasaan tanah dan ketentuan waktu penerimaan bantuan sebelumnya.

“Yang dulunya memang harus sertifikat atau bukti penguasaan atau surat keterangan dari pejabat, sekarang bisa surat pernyataan (dari penerima bantuan). Nanti diketahui oleh pejabat yang berwenang,” kata Musrifah.

Musrifah menambahkan batas waktu penerima bantuan yang sebelumnya sepuluh tahun kini dipersingkat menjadi lima tahun. Khusus rumah terdampak bencana, lanjutnya, masyarakat dapat kembali memperoleh bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BP3KP Jawa I Elias Wijaya Panggabean mengatakan 434 rumah tersebut masih dalam proses verifikasi dan belum menjadi jumlah final. Ia mengatakan Tim Pendamping Masyarakat (TPM) masih melakukan pemeriksaan langsung untuk menemukan rumah yang memenuhi kriteria penerima bantuan.

"Yang sudah kita verifikasi masih proses ya. Tadi sekitar 37 yang kita undang tadi di lapangan tadi, dan masih proses verifikasi lagi nanti," ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa I tersebut.

“Jadi kita tidak menutup kemungkinan semua pas ke lapangan kita lihat ada yang layak, kita usulkan. Jadi kami juga tidak by data yang kami terima, by lapangan juga by on the spot juga kami usulkan,” katanya.

Elias juga menjelaskan bantuan sebesar Rp20 juta bagi setiap unit, diprioritaskan untuk memperbaiki bagian bangunan yang paling mendasar. Menurut Elias, kriteria penerima mencakup keandalan bangunan, kecukupan ruang, serta kondisi kesehatan rumah.

Jika salah satu kriteria tersebut tidak terpenuhi, lanjutnya, rumah tersebut dapat memperoleh bantuan Program Bedah Rumah. “Keandalan bangunan itu berarti struktur, struktur rumahnya diutamakan, tembok, dinding, atap, diutamakan,” ucap Elias.

Dalam kesempatan yang sama, Mohammad Athar yang merupakan cucu Bung Hatta menilai program pemerintah tersebut sudah berjalan baik. Ia meminta sosialisasi diperluas agar masyarakat mengetahui program sekaligus memahami persyaratan yang telah dipermudah.

“Programnya ini sudah bagus, tolong lebih disosialisasiin juga. Jadi jangan sampai ada yang belum mengetahui program ini,” ujar cucu Bapak Perumahan tersebut.

Athar juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program agar bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat membutuhkan. Ia berharap pelaksanaan program terus diperluas dengan dukungan pemerintah dan semangat gotong royong.

Sebagai informasi, dari total alokasi 434 rumah tersebut mencakup seluruh Kecamatan Menteng. Alokasi tersebut mencakup Kelurahan Menteng sebanyak 373 rumah, Pegangsaan 21, Cikini 15, dan Kebon Sirih 25 unit rumah.

Kementerian PKP menargetkan pekerjaan rumah yang telah memenuhi verifikasi segera memasuki tahap pelaksanaan. Untuk Kecamatan Menteng, program ini akan mulai dilaksanakan pada 25 September 2026 dan ditargetkan rampung 11 Desember 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....