Kemkomdigi Prihatin Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

  • 11 Sep 2026 22:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan keprihatinan mendalam atas hilangnya kontak kapal yang membawa rombongan jurnalis dari wilayah Banten.
  • Lima jurnalis dari media terkemuka seperti Kantor Berita Antara, Merdeka.com, iNews.id, Anadolu Agency, dan jurnalis freelance berada di kapal yang hilang kontak tersebut.
  • Kapal berangkat dari wilayah Banten dengan tujuan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden hilang kontak kapal yang membawa rombongan jurnalis. Kapal tersebut berangkat dari wilayah Banten dengan membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara, dan Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com. Selanjutnya, Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id, Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis freelance.

Menkomdigi Meutya Hafid mendoakan agar kelima jurnalis dan seluruh awak kapal berada dalam kondisi baik. Ia berharap seluruh rombongan segera ditemukan dan dapat kembali pulang dengan selamat.

"Kami turut merasakan kekhawatiran keluarga, rekan-rekan pers, dan seluruh masyarakat. Doa kami menyertai seluruh awak kapal yang berada dalam rombongan tersebut, semoga seluruhnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, 11 September 2026.

Perlu diketahui, lima jurnalis dan tiga kru kapal speedboat tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda. Speedboat mengalami hilang komunikasi tidak lama setelah keberangkatan pada Senin, 7 September 2026.

Menindaklanjuti insiden tersebut, pemerintah melalui operasi SAR gabungan menggencarkan upaya pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis. Hingga memasuki hari keempat operasi SAR, tim gabungan belum menemukan jejak kapal speedboat tersebut.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengonfirmasi adanya temuan jaket pelampung yang sebelumnya diduga berkaitan dengan kapal speedboat tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, jaket pelampung itu dipastikan bukan bagian dari perlengkapan kapal yang membawa rombongan jurnalis.

"Bahwa hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua kapal, Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan," ujar Hengki kepada wartawan, Jumat, 11 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....