Rompi Pelampung di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik Kapal Jurnalis
- 11 Sep 2026 19:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polda Banten memastikan rompi pelampung yang ditemukan tim pencari di Perairan Anyer Selat Sunda bukan berasal dari kapal Arupadhatu 1 yang membawa jurnalis.
- Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan keterangan Sandi, pemilik kapal Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2.
RRI.CO.ID, Jakarta - Polda Banten memastikan rompi pelampung yang ditemukan tim pencari di Perairan Anyer Selat Sunda bukan berasal dari kapal Arupadhatu 1. Kapal ini sebelumnya membawa lima jurnalis dan hingga kini masih dinyatakan hilang.
Demikian disampaikan Kapolda Banten Irjen Hengki kepada wartawan, Jumat 11 September 2026. Ia mengatakan, kepastian tersebut diperoleh berdasarkan keterangan Sandi, pemilik kapal Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2.
"Bahwa hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua kapal. Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan," kata Hengki.
"Jadi, itu bukan merupakan milik kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan," katanya menambahkan. Sebelumnya, rompi pelampung ditemukan oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I-3-64 Lanal Banten di perairan dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9).
Hengki mengatakan tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speed boat Arupadhatu 1. "Sampai dengan hari ini, hari keempat masih dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP dengan pembagian beberapa sektor yang sudah ditentukan oleh Basarnas Provinsi dan sekarang masih berjalan," ujarnya.
Speed boat yang membawa rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (8/9). Mereka sebelumnya hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sekaligus SAR Mission Coordinator Al Amrad mengatakan terdapat delapan orang di dalam speed boat tersebut. Mereka terdiri atas dua awak kapal, seorang pemandu atau guide, dan lima jurnalis.
Dua awak kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten dan Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK). Sementara Heriyanto (49) merupakan pemandu atau guide.
Adapun lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut yakni pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu. Serta Donal yang merupakan pewarta lepas atau freelance.
Hingga Jumat (11/9), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan membagi wilayah operasi ke sejumlah sektor di sekitar lokasi terakhir kapal dilaporkan hilang kontak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....