Kapolri Tekankan Keseimbangan Keberlangsungan Perusahaan Kesejahteraan Buruh

  • 11 Sep 2026 17:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapolri mendorong keseimbangan antara keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan buruh dalam hubungan industrial.
  • Buruh diminta ditempatkan sebagai aset, mitra, sekaligus bagian keluarga besar perusahaan.
  • Stabilitas keamanan, investasi, serta peningkatan kualitas pekerja dinilai penting menuju Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Bekasi – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mendorong keseimbangan antara keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan buruh. Keseimbangan tersebut dinilai menjadi fondasi hubungan industrial berkeadilan sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif.

“Perlu diperoleh titik keseimbangan agar perusahaan terus beroperasi dan menghasilkan keuntungan. Pada saat bersamaan, buruh juga berharap memperoleh kehidupan sejahtera,” katanya dalam Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Sigit, perbedaan kepentingan antara pekerja dan pengusaha merupakan dinamika yang wajar dalam hubungan industrial. Namun, setiap persoalan perlu diselesaikan melalui musyawarah, kepatuhan terhadap regulasi, serta komitmen menjaga ketertiban.

Karena itu, ia mengapresiasi perjuangan FSPMI yang semakin mengedepankan silaturahmi dan dialog bersama berbagai pihak. Pendekatan tersebut dinilai mampu membuka ruang pencarian solusi tanpa merugikan pekerja maupun keberlangsungan perusahaan.

Sigit juga menekankan buruh tidak semestinya hanya dipandang sebagai faktor produksi perusahaan. Pekerja harus ditempatkan sebagai aset, mitra, sekaligus bagian dari keluarga besar perusahaan.

Cara pandang tersebut membuat keberlangsungan usaha dan pemenuhan hak pekerja menjadi dua kepentingan yang saling menguatkan. Perusahaan sehat dapat membuka lapangan kerja, sedangkan pekerja produktif akan memperkuat daya saing dunia usaha.

"Kebutuhan menjaga keseimbangan semakin penting menghadapi dinamika geopolitik dan tekanan ekonomi global terhadap dunia usaha. Kondisi tersebut menuntut pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja memperkuat komunikasi serta kolaborasi," ujarnya.

Kolaborasi diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Pendekatan bersama juga diharapkan mengurangi konflik hubungan industrial yang dapat merugikan seluruh pihak.

Listyo Sigit turut mengapresiasi pembahasan regulasi ketenagakerjaan melalui pertemuan serikat buruh bersama asosiasi pengusaha. Langkah tersebut menjadi contoh pencarian titik temu dengan tetap melindungi hak-hak pekerja.

Upaya memperkuat hubungan industrial juga berjalan seiring kebijakan pemerintah mendorong hilirisasi dan investasi. Kekayaan sumber daya alam serta pasar domestik menjadi modal penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.

"Pertumbuhan investasi diharapkan semakin membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia. Namun, peningkatan investasi juga perlu diikuti penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor industri," ucapnya.

Dalam hal tersebut, Sigit mengapresiasi keberadaan SMK Mitra Industri sebagai bagian penguatan pendidikan vokasi. Pendidikan itu diharapkan menyiapkan pekerja kompetitif hingga mampu mengisi posisi manajerial maupun strategis.

Selain kualitas pekerja, stabilitas keamanan juga menjadi unsur penting dalam menjaga iklim investasi. Sigit meminta pungutan liar, premanisme, dan gangguan kamtibmas segera dilaporkan kepada kepolisian.

"Penanganan gangguan tersebut diperlukan agar kegiatan usaha dapat berjalan aman tanpa hambatan keamanan. Kondisi yang kondusif sekaligus memberikan kepastian bagi pengusaha, investor, maupun pekerja," katanya.

Konsolidasi Akbar FSPMI dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari kurang lebih 1.200 perusahaan di Kawasan Industri MM2100. Pemerintah, serikat buruh, asosiasi pengusaha, pengelola kawasan industri, dan jajaran Polri turut menghadiri kegiatan tersebut.

Sinergi seluruh pihak diharapkan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan perusahaan dengan peningkatan kesejahteraan buruh. Keseimbangan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....