Komisi I DPR RI Minta Pengusutan Tuntas Meninggalnya Tiga Pegawai di Papua
- 11 Sep 2026 13:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta TNI dan Polri mengusut tuntas penyerangan yang menyebabkan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia.
- Oleh Soleh mendorong pemerintah bersama TNI dan Polri menyusun strategi komprehensif untuk memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
- Oleh Soleh meminta pemerintah menyusun roadmap pemberantasan KKB agar penanganan keamanan berlangsung terencana, terukur, dan berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta aparat mengusut tuntas penyerangan yang merenggut nyawa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Papua Pegunungan. Ketiga pegawai tersebut meninggal dunia dalam penyerangan yang merenggut nyawa di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026.
Oleh Soleh menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut. Ia menilai negara tidak boleh memberikan ruang bagi kelompok bersenjata untuk terus melakukan kekerasan terhadap masyarakat yang menjalankan tugas pelayanan publik.
“Saya sangat sedih dan prihatin atas kejadian ini. Tiga pegawai pemerintah yang sedang menjalankan tugas justru menjadi korban kekerasan,” ujar Oleh Soleh dalam keterangannya, Jumat, 11 September 2026.
Oleh Soleh meminta TNI dan Polri bergerak cepat mengusut penyerangan yang merenggut nyawa tersebut. Ia juga meminta aparat menindak tegas pelaku sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
“Aparat TNI dan Polri harus bergerak cepat. Untuk mengusut kasus ini dan menindak tegas para pelakunya,” katanya.
Oleh Soleh menilai penyerangan yang merenggut nyawa tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat langkah pemerintah dalam memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Menurutnya, penanganan persoalan KKB tidak cukup dilakukan secara parsial atau kasus per kasus.
“Ini harus menjadi momentum untuk membersihkan KKB dari Papua, Indonesia. Sudah berulang kali mereka melakukan kekerasan dan pembunuhan,” ucap Oleh Soleh.
Ia mendorong pemerintah bersama TNI dan Polri menyusun strategi pemberantasan KKB secara komprehensif. Strategi tersebut perlu memiliki sasaran, tahapan, indikator, serta evaluasi yang jelas.
“Jangan hanya kasus per kasus. Aparat harus menyusun strategi secara menyeluruh untuk memberantas KKB,” ujar Oleh Soleh.
Oleh Soleh menilai pemerintah perlu memiliki peta jalan atau roadmap pemberantasan KKB di Papua. Menurutnya, langkah tersebut penting agar penanganan keamanan berlangsung lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan.
“Harus ada roadmap pemberantasan KKB di Papua. Sehingga langkah negara tidak hanya muncul ketika ada kasus,” kata Oleh Soleh.
Ia juga menilai strategi keamanan perlu berjalan beriringan dengan pembangunan, pelayanan publik, dan perlindungan masyarakat sipil. Ia mengingatkan pendekatan yang hanya bersifat responsif berpotensi membuat pola kekerasan terus berulang.
“Pemerintah harus lebih serius menyelesaikan masalah KKB di Papua. Kalau penanganannya hanya parsial, kasus serupa akan terus terulang,” ucap Oleh Soleh.
Oleh Soleh kembali meminta aparat melakukan investigasi secara profesional untuk mengungkap pelaku, jaringan, serta motif di balik penembakan tersebut. Ia menekankan penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan perlindungan terhadap masyarakat sipil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....