Usut Tuntas Teror Bom! Menteri HAM Pigai Minta Kepastian Polda Papua
- 10 Sep 2026 04:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri HAM Natalius Pigai meminta Polda Papua mengusut tuntas aksi pelemparan bom molotov di Kantor Komnas HAM Papua.
- Penyelidikan kepolisian harus dilakukan secara objektif dan profesional agar tidak memicu tuduhan spekulatif.
- Insiden teror diduga berkaitan dengan penyampaian fakta temuan kekerasan di pedalaman Papua yang menewaskan 10 orang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta Polda Papua mengusut pelemparan bom molotov di Kantor Komnas HAM Papua. Penyelidikan profesional dan objektif dinilai penting guna mengungkap pelaku tanpa memunculkan tuduhan prematur.
Pemerintah menegaskan aksi kekerasan terhadap institusi penegak HAM tidak dapat ditoleransi oleh hukum. Kejadian pelemparan bom tersebut diduga berkaitan dengan rilis temuan kasus kekerasan pedalaman Papua yang menewaskan sedikitnya 10 orang.
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta Polda Papua serius dalam menemukan pelakunya. “Saya minta Polda Papua serius mengecek hingga menemukan siapa yang melempar bom Molotov ke Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua. Polda Papua harus mengungkap pelaku berdasarkan penyelidikan objektif dan profesional, sehingga tidak ada tuduhan terhadap pihak tertentu,” kata Menteri Hak Asasi Manusia (Menteri HAM), Natalius Pigai di kantor Kementerian HAM Jakarta Selatan pada Rabu, 9 September 2026.
Pigai mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar menahan diri serta menanti hasil penyelidikan resmi aparat. Langkah pembuktian berbasis data kepolisian akan mencegah kesimpangsiuran isu di tengah publik.
“Kita tidak bisa menuduh siapapun, lembaga mana yang melakukan. Tapi itu harus berdasarkan hasil penyelidikan secara objektif oleh aparat penegak hukum,” ujar Pigai.
Pigai menaruh kepercayaan penuh pada jajaran penyidik kepolisian dalam menuntaskan perkara teror bom tersebut. Pengungkapan identitas pelaku perlu disampaikan secara transparan demi menjamin kepastian hukum di wilayah Papua.
“Kita tunggu pengungkapan siapa yang melakukan lempar bom Molotov kepada Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua. Pengungkapan pelaku harus dilakukan melalui penyelidikan kepolisian secara objektif dan profesional,” ucap Pigai.
Pigai memaparkan laporan investigasi lapangan Komnas HAM yang sempat memicu dinamika dengan pihak tertentu. Kerja pengawasan hak asasi manusia tetap harus berjalan tanpa intervensi maupun intimidasi fisik.
“Memang pernah Ketua Komnas HAM menyampaikan fakta peristiwa di lapangan, itu sedikit menyinggung perasaan pihak-pihak tertentu. Tapi kita tidak usah menuduh sebelum kepolisian melakukan penyelidikan,” katanya.
Pengamanan di area perwakilan lembaga HAM diperketat guna mencegah terulangnya aksi teror serupa. Polda Papua terus mengumpulkan bukti lapangan untuk mengidentifikasi dalang utama insiden tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....