Aprindo-UBM Jajaki Pengembangan Talenta Ritel
- 11 Sep 2026 08:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bersama Universitas Bunda Mulia (UBM) membangun retail talent pipeline
- Tujuannya untuk menjembatani kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri dengan dunia pendidikan
RRI.CO.ID, Tangerang – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bersama Universitas Bunda Mulia (UBM) membangun retail talent pipeline. Tujuannya untuk menjembatani kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri dengan dunia pendidikan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kampus UBM Serpong, Tangerang Selatan. Ketua Umum APRINDO Solihin menegaskan, kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni penandatanganan MoU, melainkan langkah awal untuk membangun ekosistem pengembangan talenta ritel secara berkelanjutan.
“Bagi kami, MoU hari ini bukan sekadar kerja sama antara organisasi dan perguruan tinggi. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk menjawab kebutuhan yang sangat nyata di industri ritel Indonesia, yakni talenta ritel yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi perubahan zaman,” ujar Solihin, Kamis 10 Septenber 2026.
Menurut Solihin, Aprindo memiliki akses langsung terhadap industri dan kebutuhan dunia usaha, sementara UBM memiliki kapasitas pendidikan untuk menyiapkan talenta. Kolaborasi keduanya diharapkan dapat mempertemukan supply talenta dari dunia pendidikan dengan demand tenaga kerja dari industri ritel.
“Industri memiliki kebutuhan dan persoalan nyata, sementara kampus memiliki talenta dan pengetahuan. Aprinfo menjadi jembatan yang menghubungkan keduanya,” kata dia.
Solihin mengatakan industri ritel terus berkembang dan menghadapi perubahan yang semakin kompleks. Namun, selama ini kebutuhan tenaga kerja di sektor ritel banyak dipenuhi lulusan dari berbagai disiplin ilmu.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri ritel membutuhkan kompetensi lintas disiplin, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan bidang ilmu yang secara khusus mempelajari industri ritel. “Semakin besar industri ritel berkembang, semakin besar pula kebutuhan kita terhadap sumber daya manusia yang memahami ritel secara spesifik,” ucap Solihin.
Berdasarkan data yang disampaikan Aprindo, sektor perdagangan merupakan kontributor terbesar kedua terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia setelah industri pengolahan. Pada 2025, kontribusinya mencapai 13,17 persen terhadap PDB nasional, sementara perdagangan besar dan eceran tumbuh 5,49 persen.
Karena itu, Aprindo dan UBM menjajaki pengembangan S1 Manajemen Ritel yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan industri. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar Indonesia tidak hanya menghasilkan lulusan dengan latar belakang pendidikan umum yang kemudian bekerja di industri ritel, tetapi juga mulai mencetak talenta yang sejak awal mendapatkan pendidikan khusus mengenai ritel.
Kolaborasi Aprindo dan UBM dirancang tidak hanya untuk mencetak fresh graduate atau lulusan baru, tetapi juga meningkatkan kompetensi pekerja yang sudah berada di industri. Konsep tersebut dikembangkan melalui tiga jenjang, yakni Short Course Specialist, Retail Talent Academy, dan dalam jangka panjang S1 Manajemen Ritel.
Kehadiran pendiri sekaligus pelaku industri ritel, Djoko Susanto juga dinilai dapat memperkuat pendekatan pembelajaran tersebut. Pengalaman puluhan tahun Djoko Susanto dalam membangun bisnis ritel dapat menjadi living knowledge bagi mahasiswa, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersumber dari teori, tetapi juga pengalaman membangun dan mengembangkan bisnis ritel secara langsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....