Sebanyak 2.387 Warga Tangsel Teridentifikasi Berisiko Depresi
- 02 Sep 2026 02:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendata 2.387 warganya teridentifikasi memiliki gejala risiko depresi
- Bahkan, 629 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) diwilayah tersebut terdeteksi mengalami hal yang serupa
RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendata 2.387 warga teridentifikasi memiliki risiko depresi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 629 siswa tingkat SMA juga terdeteksi memiliki risiko serupa.
Data tersebut berdasarkan skrining terhadap 753.537 jiwa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Skrining dilakukan menggunakan sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengetahui kondisi kesehatan mental masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, skrining tersebut tidak menggunakan tes psikologi yang rumit. Pemeriksaan dilakukan melalui metode evaluasi mandiri (self-assessment) dengan enam pertanyaan dasar.
"Mengenai temuan awal depresi tersebut, itu merupakan skrining sederhana dengan menanyakan sekitar enam pertanyaan," ujar Allin, Selasa, 1 September 2026.
Metode skrining tersebut menilai indikator emosional dan fisik yang dirasakan warga dalam dua pekan terakhir. Pertanyaan mencakup rasa cemas berlebihan, kekhawatiran terhadap hal yang belum terjadi, ketakutan, hingga gangguan tidur.
"Pada saat masyarakat menjawab jujur, itu sudah dikategorikan ke dalam risiko depresi ringan," katanya. Menurutnya, kejujuran dalam menjawab pertanyaan penting agar risiko gangguan kecemasan dapat terpetakan sejak dini.
Dinkes Tangsel menegaskan istilah risiko depresi dari hasil skrining tidak berarti seseorang mengalami gangguan jiwa berat. Temuan tersebut juga tidak serta-merta menunjukkan warga membutuhkan penanganan psikiatri atau pengobatan medis.
"Sebenarnya ini adalah sesuatu yang membutuhkan edukasi dari kita. Apakah mereka sudah mulai minum obat? Tidak, ini hanya berupa risiko depresi," ucapnya.
Allin juga mengungkapkan temuan risiko depresi ringan pada kalangan pelajar. Sebanyak 629 siswa tingkat SMA di Tangsel terdeteksi memiliki risiko depresi ringan.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengakui terdapat sejumlah temuan anak yang mengalami kondisi depresi. Temuan tersebut diketahui melalui konseling yang dilakukan sejumlah organisasi perangkat daerah.
Menurut Benyamin, konseling dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada anak. Hasil jawaban kemudian menjadi dasar untuk mengidentifikasi kondisi yang dialami mereka.
Ia mencontohkan salah satu pemicu kondisi tersebut adalah kegagalan siswa masuk sekolah negeri. "Walaupun tidak beratlah, kira-kira seperti itu," ujarnya.
Benyamin mengatakan sekitar 53 persen penduduk Tangsel telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil pemeriksaan paling banyak menemukan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi serta diabetes.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....