Sindikat Uang Palsu, Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno

  • 28 Agt 2026 14:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mengintruksikan jajarannya fokus awas pergudangan industri Taman Tekno
  • Hal itu pascaPolda Metro Jaya membongkar sindikat uang palsu yang mencapai Rp36 miliar

RRI.CO.ID, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperketat pengawasan kegiatan ekonomi di kawasan pergudangan Taman Tekno. Langkah tersebut dilakukan setelah Polda Metro Jaya membongkar sindikat uang palsu senilai Rp36 miliar di kawasan tersebut.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan pengawasan akan melibatkan Dinas Ketenagakerjaan dan Satuan Polisi Pamong Praja. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kegiatan usaha di kawasan pergudangan sesuai aturan yang berlaku.

“Nanti saya akan meminta Dinas Ketenagakerjaan dan Satpol PP melakukan pengawasan. Kita awasi secara ketat supaya tidak melanggar aturan,” ujar Benyamin, Jumat, 28 Agustus 2026.

Benyamin mengatakan, setiap pemilik bangunan pergudangan wajib melaporkan bentuk kegiatan usaha yang dijalankan. Pemerintah daerah akan memantau kegiatan ekonomi produktif yang dilakukan individu maupun korporasi.

“Saya tidak ingin masuk ke manajemennya, tetapi kegiatan ekonominya harus kita pantau. Laporkan ke tim pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Benyamin, secara umum bangunan di kawasan Taman Tekno BSD telah memiliki izin. Namun, kegiatan usaha di dalamnya dapat berubah karena pergantian penyewa bangunan.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan pengawasan pemerintah daerah. Pemilik bangunan diminta memastikan setiap kegiatan usaha penyewa sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka terkait sindikat pencetakan uang palsu. Keempat tersangka berinisial AB, D, N, dan S, dengan AB disebut sebagai pemodal pencetakan uang palsu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor D Mackbon mengatakan uang palsu tersebut rencananya diedarkan melalui sejumlah bank swasta. Uang palsu itu disebut memiliki perbandingan nilai satu uang asli dengan tiga uang palsu.

“Salah satunya diindikasikan akan dicampur dan dimasukkan ke dalam perbankan swasta. Hal itu dengan perbandingan satu uang asli berbanding tiga uang palsu,” ujarnya.

Menurut Victor, uang palsu yang dicetak di kawasan pergudangan Taman Tekno memiliki kualitas menyerupai uang asli. Uang tersebut masuk kategori Grade A dan dilengkapi nomor seri, benang pengaman, hologram, serta simbol negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....