Presiden Prabowo Sebut Tantangan Pendidikan di Indonesia Sangat Besar

  • 10 Sep 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo mengidentifikasi tantangan pembangunan pendidikan Indonesia sebagai masalah yang sangat besar, terutama terkait dengan pengelolaan infrastruktur sekolah yang tersebar luas.
  • Indonesia memiliki lebih dari 300 ribu sekolah yang tersebar di berbagai wilayah termasuk daerah terpencil, jauh melebihi jumlah sekolah di Singapura.
  • Presiden menggunakan perbandingan dengan Singapura (sekitar 300 sekolah untuk SD, SMP, dan SMA) untuk menunjukkan kompleksitas dan skala persoalan pendidikan yang harus dihadapi negara dengan wilayah luas seperti Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan tantangan pembangunan pendidikan di Indonesia sangat besar. Tantangan tersebut, terlihat dari jumlah sekolah di Indonesia yang mencapai lebih dari 300 ribu dan tersebar di berbagai wilayah.

Presiden membandingkan kondisi tersebut dengan Singapura yang menurutnya memiliki sekitar 300 sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Perbandingan itu disampaikan untuk menggambarkan skala persoalan pendidikan yang harus dihadapi Indonesia sebagai negara dengan wilayah yang luas.

"Maaf, saya mau kasih perbandingan, negara Singapura punya 300 sekolah, SD, SMP, SMA 300. Indonesia lebih dari 300.000 sekolah," ujar Presiden Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Presiden mengatakan, persoalan pendidikan di Indonesia menjadi semakin kompleks karena sekolah-sekolah tidak hanya berada di wilayah perkotaan. Sebagian sekolah, kata Presiden, berada di daerah yang sulit dijangkau, seperti kawasan pegunungan dan pulau-pulau terpencil.

"Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh. Jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar," kata Presiden.

Menurut Presiden, kondisi tersebut menjadi konsekuensi dari posisi Indonesia sebagai negara besar. Luas wilayah dan kondisi geografis Indonesia membuat pemerintah menghadapi persoalan pembangunan dengan skala yang jauh lebih besar.

"Kita banyak kekurangan, kita banyak tantangan. Kita negara sangat besar, ya berarti masalahnya juga masalah besar," ujar Presiden.

Meski menghadapi tantangan besar, Presiden menilai Indonesia memiliki modal penting untuk menghadapi masa depan. Salah satunya adalah persatuan bangsa yang dinilainya semakin kokoh meski Indonesia memiliki beragam perbedaan.

"Dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga, tapi alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu. Berbeda, tapi kita kokoh bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan," kata Presiden.

Presiden mengatakan besarnya tantangan tersebut tidak boleh membuat Indonesia kehilangan optimisme. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....