Gunung Anak Krakatau Masih Level Siaga, Badan Geologi ESDM Keluarkan Larangan Ini
- 10 Sep 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aktivitas Gunung Api Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, masih berada pada tingkat Level III atau Siaga.
- Status tersebut, Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, berlaku berdasarkan pemantauan aktivitas gunung api pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
- Dari sisi meteorologi, kondisi di sekitar gunung terpantau berawan selama periode pengamatan. Angin tercatat bertiup lemah menuju barat laut, sementara suhu udara berada pada kisaran 25,9 hingga 26,1 derajat Celsius
RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas Gunung Api Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, masih berada pada tingkat Level III atau Siaga. Hal tersebut, berdasarkan evaluasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis, 10 September 2026.
Status tersebut, Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, berlaku berdasarkan pemantauan aktivitas gunung api pada periode pukul 00.00 - 06.00 WIB. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Anggi Nuryo Saputroi mengatakan, evaluasi terbaru menunjukkan kondisi Gunung Anak Krakatau masih mendapat perhatian.
"Dari sisi meteorologi, kondisi di sekitar gunung terpantau berawan selama periode pengamatan. Angin tercatat bertiup lemah menuju barat laut, sementara suhu udara berada pada kisaran 25,9 hingga 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 81-87 persen," kata Anggi dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Anggi menjelaskan, Gunung Anak Krakatau itu memiliki ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya, dinilai sangat berdampak bagi wilayah Lampung Selatan.
"Secara visual, Gunung Anak Krakatau terpantau dalam kondisi berkabut dengan tingkat kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati, sedangkan CCTV visual di lapangan dalam kondisi tidak aktif," ucap Anggi.
Pemantauan Badan Geologi Kementerian ESDM, kata Anggi, juga mencatat adanya aktivitas kegempaan selama periode tersebut. Gempa Hybrid/Fase Banyak, tercatat sebanyak tiga kali dengan amplitudo 11-14 mm, S-P 0 detik, dan durasi masing-masing 4-7 detik.
"Badan Geologi juga merekam Tremor Menerus atau Microtremor dengan amplitudo 2-7 mm dan dominan berada pada 3 mm. Data kegempaan ini bagian dari parameter yang digunakan untuk mengevaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau," ujar Anggi.
Anggi menegaskan, status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada di Level III (Siaga). Karena itu, masyarakat maupun wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” kata Anggi. Larangan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung api tersebut. Masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi Kementerian ESDM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....