Kemenperin-Korea Selatan Perkuat SDM Industri lewat Ppuri Technology

  • 09 Sep 2026 11:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perindustrian menjalin kerja sama strategis dengan Korea Selatan melalui The Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC) untuk mengembangkan sumber daya manusia industri Ppuri Technology.
  • Program Establishment of Human Resource Development (HRD) System for Ppuri Technology in Indonesia dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja dan penguasaan teknologi industri di Indonesia.
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi penting untuk membangun industri yang kompetitif dan berdaya saing di tingkat global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian memperkuat kerja sama dengan Korea Selatan untuk mengembangkan sumber daya manusia industri melalui Ppuri Technology. Kerja sama tersebut dilaksanakan melalui The Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC).

Program Establishment of Human Resource Development (HRD) System for Ppuri Technology in Indonesia ditujukan memperkuat kapasitas tenaga kerja dan penguasaan teknologi industri. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut penguatan SDM penting untuk membangun industri yang berdaya saing.

“Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun industri yang berdaya saing. Kerja sama internasional perlu memberikan manfaat nyata melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan teknologi yang dibutuhkan industri,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Pemerintah Korea melalui Ministry of Trade, Industry and Resources (MOTIR) menyampaikan persetujuan pemberian hibah untuk pelaksanaan proyek tersebut. Dukungan hibah mencapai KRW14,69 miliar atau sekitar USD10,64 juta dan dikelola oleh Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT).

Proyek tersebut dilaksanakan konsorsium yang dipimpin Korea Institute of Industrial Technology (KITECH). Korea National Ppuri Industry Center (KPIC) menjadi salah satu mitra pelaksana dari pihak Korea Selatan.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy mengungkapkan, program tersebut dipersiapkan untuk dilaksanakan pada 2026-2030. Kemenperin juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti berbagai kebutuhan persiapan program.

“Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama KITC sehingga program ini dapat dipersiapkan untuk dilaksanakan pada 2026-2030. Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti berbagai kebutuhan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” ujar Tri.

Dalam tahap persiapan, Ditjen KPAII berkoordinasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin sebagai pelaksana program. Koordinasi tersebut mencakup penyelesaian perjanjian hibah dan penetapan lokasi pelaksanaan kegiatan.

BPSDMI juga aktif berkomunikasi dengan KPIC sebagai mitra pelaksana dari Korea Selatan. Ditjen KPAII siap membantu menindaklanjuti kebutuhan yang berada dalam lingkup tugas dan fungsinya agar persiapan program berjalan sesuai rencana.

Tri berharap kerja sama tersebut dapat segera memasuki tahap pelaksanaan. Pengembangan kompetensi Ppuri Technology diharapkan memberikan manfaat bagi SDM dan industri manufaktur Indonesia.

Direktur KITC Ji Hyun Sung memandang pengembangan kompetensi Ppuri Technology sebagai salah satu bagian penting untuk meningkatkan kemampuan manufaktur Indonesia. Kerja sama kedua negara juga mencakup penguatan kapasitas tenaga kerja dan pertukaran pengetahuan.

Ji Hyun Sung menjelaskan, manfaat kerja sama tersebut tidak hanya terkait penguasaan keterampilan teknis. Kerja sama tersebut juga mencakup peningkatan kesiapan SDM dalam mengikuti perkembangan teknologi manufaktur.

Dalam pertemuan tersebut, Tri dan Ji Hyun Sung membahas perkembangan terkini program serta peluang tindak lanjut dengan pihak Korea. Pembahasan dilakukan agar kerja sama sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pengembangan industri Indonesia.

“Kami melihat terdapat banyak peluang untuk memperluas kerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Kami juga ingin menjajaki lebih jauh kerja sama di bidang industri hijau dan transisi energi,” ujar Ji Hyun Sung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....