Wamen Komdigi Nezar Dorong RRI Perkuat Integritas Informasi di Era Algoritma

  • 09 Sep 2026 11:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nezar Patria menekankan integritas informasi menjadi syarat penting bagi RRI menghadapi dominasi algoritma platform digital
  • Algoritma dapat membentuk echo chamber dan microtargeting sehingga keberagaman informasi berpotensi tidak terlihat
  • RRI dinilai perlu mempertahankan peran sebagai clearing house of information di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya integritas informasi bagi RRI menghadapi dominasi algoritma. Menurut Nezar, keberagaman ekspresi RRI harus tetap dipertahankan ditengah munculnya berbagai platform media sosial.

Nezar menjelaskan algoritma bekerja menggunakan rumus matematis berdasarkan aktivitas pengguna ketika menyukai atau membaca konten tertentu. Ketika pengguna menyukai sesuatu, platform akan terus memberikan konten serupa melalui mekanisme yang disebut ‘echo chamber’.

“Jadi dia model kalau kita ‘likes’, dia akan terus memberikan kita semacam kepungan konten-konten yang sama, gitu. Ya ini yang disebut dengan ‘echo chamber’ itulah, dan dia akan ‘microtargeting’ si pengguna,” ujarnya dalam Sarasehan RRI ‘RRI Kemarin, Kini, Nanti’ di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Selain itu, ia menyebut algoritma melakukan ‘microtargeting’ terhadap pengguna melalui teknik filter bubble yang membuat paparan konten semakin serupa. Menurut Nezar, kondisi tersebut dapat membuat keberagaman informasi yang dimiliki RRI menjadi tidak terlihat.

Nezar mengatakan RRI perlu menaklukkan tantangan tersebut dengan tetap menjaga integritas informasi sebagai langkah utama. Menurutnya, ‘information integrity’ menjadi syarat penting bagi media ketika menghadapi platform yang algoritmanya sulit dikendalikan.

“Jadi information integrity itu menjadi syarat yang penting buat media-media dalam menghadapi platform ini. Kita mungkin akan sangat sulit misalnya mengendalikan algoritma karena itu bukan di bawah kendali kita,” kata Nezar.

Ia juga menilai masyarakat kini setiap hari terpapar informasi melalui media sosial yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Ia menyebut politik saat ini menjadi politik algoritmik, ketika sebuah isu dapat tiba-tiba meledak kemudian kembali menghilang.

Menurutnya, RRI perlu mempertahankan keteguhan sebagai ‘clearing house of information’ ditengah banyaknya misinformasi dan disinformasi. Ia mengakui potensi RRI cukup besar, tetapi masih menghadapi gelombang besar misinformasi serta disinformasi yang berkembang.

“Ini betul-betul tekanan dan serangan teknologi yang luar biasa, tapi saya tetap percaya di balik itu semua, konten yang jernih. Konten yang menjelaskan, konten yang bisa juga memberikan arah, itu akan tetap dicari orang di tengah ketidaktentuan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....