Wamen UMKM: Kolaborasi RRI dan Gerakan Ekonomi Kreatif Buka Peluang Pasar

  • 03 Sep 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Helvi Yuni Moraza mengapresiasi kolaborasi Radio Republik Indonesia (RRI) dan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) dalam mempertemukan pelaku UMKM.
  • pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem UMKM.

RRI.CO.ID, Jakarta: Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Helvi Yuni Moraza mengapresiasi kolaborasi Radio Republik Indonesia (RRI) dan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) dalam mempertemukan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi untuk membuka peluang pasar. Helvi mengatakan, kolaborasi tersebut memiliki arti strategis karena dapat memperluas koneksi dan akses pasar bagi pelaku usaha.

"Karena itu kolaborasi dengan jaringan media RRI dan ekosistem ekonomi kreatif memiliki arti strategis. Sehingga dapat membuka koneksi yang lebih luas," kata Helvi dalam Webinar Nasional RRI Fest 2026 bertema “Saatnya UMKM Menembus Pasar Global”, Kamis 3 September 2026.

Menurut Helvi, sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mendorong UMKM Indonesia semakin siap menghadapi persaingan, termasuk di pasar global. Ia mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, memenuhi standar, dan membangun kemitraan untuk memperkuat daya saing.

Lebih lanjut, Helvi menyebut UMKM merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia. Saat ini jumlah UMKM mencapai 56,1 juta unit.

"UMKM berkontribusi sekitar 60,5 persen terhadap PDB nasional. Dan menyerap sekitar 117 juta tenaga kerja atau 97 persen dari total tenaga kerja nasional," katanya.

Helvi meyakini pertumbuhan UMKM akan berdampak terhadap perkembangan dunia usaha, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, besarnya jumlah UMKM belum otomatis meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.

Menurut Helvi, kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor masih sekitar 15,7 persen. Sementara partisipasi UMKM dalam global value chain baru mencapai 4,1 persen.

"Artinya tantangan kita bukan lagi memperbanyak jumlah UMKM. Tetapi memastikan UMKM yang produktif," kata Helvi.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, digitalisasi, kemitraan, standardisasi, dan perluasan akses pasar. Kolaborasi antara RRI, Gekraf, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat konektivitas pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dengan pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....