Wamenkomdigi: Tenaga Kerja Harus Siap Hadapi Dampak AI
- 29 Agt 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan dunia kerja yang dipicu oleh berkembangnya teknologi artificial intelligence (AI).
- Perkembangan AI telah memasuki hampir seluruh sektor industri di dunia kerja modern.
- Dampak dari pengembangan AI bersifat dua arah, memberikan aspek positif sekaligus negatif terhadap tenaga kerja dan sektor ekonomi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan dunia kerja. Utamanya dalam hal perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, perkembangan AI kini telah memasuki hampir seluruh sektor pekerjaan. Nezar mengatakan kemajuan AI generatif membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap perubahan struktur dan jenis pekerjaan. “Dilema ini nyata, karena kemajuan pesat AI generatif telah mengubah cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan melayani masyarakat,” kata Nezar dalam pelatihan AI Impact on Workforce, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.
Menurut Nezar, pekerja perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan akibat semakin luasnya penggunaan AI. Kesiapan tersebut diperlukan agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Kondisi tersebut sejalan dengan laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Laporan tersebut menunjukkan hampir satu dari empat pekerja di kawasan ASEAN memiliki pekerjaan yang terpapar AI generatif.
Nezar menilai pemerintah tidak dapat menunggu dampak AI terjadi sebelum menyiapkan langkah mitigasi. Kebijakan perlu disusun sejak awal untuk memastikan perkembangan teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bagi pemerintah Indonesia, temuan ini bukan sekadar topik akademis. Kita harus bertindak dari sisi hulu,” ujar Nezar.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat kapasitas dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan teknologi AI. Langkah tersebut penting agar transformasi digital dapat mendukung kepentingan nasional.
Perubahan akibat AI juga menuntut peningkatan kompetensi tenaga kerja. Penguatan keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam menghadapi transformasi dunia kerja.
Pemerintah diharapkan mampu menyiapkan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan perlindungan tenaga kerja. Dengan demikian, AI dapat menjadi penggerak produktivitas tanpa mengabaikan kesiapan pekerja menghadapi perubahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....