Efek Abu Vulkanik GAK, 51 Warga Pandeglang Kena ISPA

  • 08 Sep 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 51 warga Labuan mengalami ISPA setelah terpapar abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, dengan keluhan utama sesak napas.
  • Seluruh pasien menjalani rawat jalan, sementara Puskesmas Labuan terus melakukan mitigasi untuk mencegah peningkatan kasus.
  • Warga diminta mengurangi aktivitas luar rumah dan memakai masker, sementara sekolah serta posyandu sementara diliburkan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan telah menimbulkan dampak penyakit bagi masyarakat Pandeglang. Di Kecamatan Labuan, 51 orang terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA.

"Per hari ini, sejak pukul 13.00 WIB, yang berobat ke Puskesmas Labuan untuk ISPA 51 orang. Untuk diare 4 orang," kata Kepala Puskesmas Labuan, Sri Rejeki dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 8 September 2026.

Ia mengatakan sejumlah warga yang mayoritas usai dewasa itu datang ke puskesmas mengeluhkan gejala sesak napas. Hal ini dikarenakan diduga menghirup abu vulkanik Gunung Krakatau.

Namun demikian, sejauh ini tidak ada warga yang dirawat dalam kasus tersebut. "Tidak ada yang dirawat, semua mengikuti rawat jalan," katanya.

Puskesmas Labuan sebelumnya telah memberikan masker kepada warga yang berada di area Labuan. Ia menyarankan kepada warga agar bisa mengurangi aktivitas di luar rumah dan diwajibkan untuk menggunakan masker jika berkegiatan di luar rumah.

"Bisa terjangkit gangguan saluran pernapasan. Mangkanya kita hindari dengan menggunakan masker," katanya.

Ia mengatakan saat ini kondisi diPandeglang masih kondusif pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. Pihaknya terus melakukan upaya mitigasi agar kasus ini tidak mengalami peningkatan.

"Kondusif masyarakat masih normal beraktivitas, kecuali sekolah yang diliburkan. Posyandu juga kita liburkan karena melibatkan balita," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....