Efek Abu Vulkanik GAK, Kemenhaj Pastikan Penerbangan Jemaah Umrah Tetap Terlayani

  • 08 Sep 2026 13:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenhaj terus memantau gangguan penerbangan umrah akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Sebanyak 3.450 jemaah umrah terdampak dari 55 rencana penerbangan internasional dan umrah pada 7 September 2026.
  • PPIU diminta menjamin kebutuhan jemaah, termasuk akomodasi, konsumsi, serta penjadwalan ulang hingga kondisi penerbangan kembali normal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah terus memantau gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Bandara Soekarno-Hatta. Koordinasi dilakukan bersama pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan PPIU untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, serta perlindungan seluruh jemaah umrah.

Sebanyak 55 penerbangan internasional dan umrah melayani sekitar 13.549 pergerakan penumpang di Soekarno-Hatta, Senin, 7 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.450 orang merupakan jemaah umrah yang melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta.

"Akibat paparan abu vulkanik, sebagian besar jadwal penerbangan dengan maskapai utama tercatat berstatus tertahan atau HOLD. Penerbangan Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air terdampak abu vulkanik," ujar Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 8 September 2026.

Kondisi tersebut turut menekan operasional penerbangan umrah yang sebelumnya sudah mengalami penurunan sejak Minggu, 6 September 2026. Pada hari itu, hanya dua penerbangan keberangkatan beroperasi tanpa kedatangan, membawa total 749 penumpang termasuk 449 jemaah umrah.

Secara kumulatif, 1.538 penerbangan umrah tercatat melalui Terminal 2F dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sejak 1 Juli 2026. Penerbangan tersebut terdiri atas 758 keberangkatan dan 780 kedatangan, dengan total pergerakan mencapai 486.629 penumpang selama periode tersebut.

"Jemaah umrah mencapai 180.726 orang atau sekitar 37,14 persen dari keseluruhan lalu lintas penumpang internasional. Puncak kepadatan jemaah mencapai 4.542 orang pada 15 Juli, sedangkan frekuensi tertinggi mencapai 39 penerbangan dalam sehari," ujarnya.

Kemenhaj menginstruksikan seluruh PPIU dan asosiasi travel memberikan informasi jelas kepada jemaah serta keluarga selama gangguan penerbangan berlangsung. Langkah tersebut diperlukan agar jemaah memahami kondisi penerbangan dan memperoleh kepastian layanan selama menunggu keberangkatan menuju Tanah Suci.

"Kami mengimbau PPIU segera memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah yang tertahan di bandara. PPIU juga diminta menahan keberangkatan jemaah dari daerah asal hingga otoritas resmi mengumumkan pembukaan kembali ruang udara," ucapnya, menegaskan.

Kemenhaj bersama maskapai memastikan proses penjadwalan ulang dan pengaturan rute alternatif dapat dilakukan tanpa membebani jemaah umrah terdampak. Posko layanan informasi juga disiagakan di terminal bandara untuk memantau perkembangan dan memberikan informasi terbaru kepada jemaah terdampak.

Ia berharap koordinasi lintas pihak menjaga pelayanan jemaah tetap berjalan meski penerbangan terganggu akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Jemaah diminta mengikuti informasi resmi dan mengutamakan keselamatan sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan berikutnya dari maskapai terkait terbaru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....