Wamenkomdigi: Film Bisa Menjadi Medium Literasi Digital Bahaya Judol dan Pinjol

  • 08 Sep 2026 06:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan film dapat menjadi medium literasi digital yang sangat efektif untuk masyarakat.
  • Film 'Menang untuk Kalah' dijadikan contoh nyata media edukasi yang mampu membuka kesadaran publik tentang bahaya judi online dan pinjaman online ilegal.
  • Audiensi dengan Indonesian Institute of Journalism menunjukkan kolaborasi pemerintah dengan institusi media dalam menggunakan sinematografi sebagai sarana literasi digital.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai bahwa film dapat menjadi medium literasi digital yang efektif. Hal itu disampaikannya dalam audiensi Indonesian Institute of Journalism (IIJ), bersama tim produksi film 'Menang untuk Kalah', Senin, 31 Agustus 2026.

Nezar mencontohkan, salah satu film yang menjadi medium literasi digital, yakni film 'Menang untuk Kalah'. Menurutnya film ini dapat membuka mata masyarakat mengenai bahaya judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol) ilegal.

Wamenkomdigi menuturkan melalui karya audiovisual, mampu memperlihatkan dampak judol dan pinjol ilegal secara lebih dekat. Bahkan film tersebut juga menggambarkan secara langsung dampaknya judol dan pindol ilegal terhadap korban, keluarga, lingkungan sosial.

"Masyarakat bisa melihat bagaimana seseorang masuk ke dalam masalah. Bagaimana tekanan berkembang, dan bagaimana dampaknya ikut dirasakan keluarga serta orang-orang di sekitarnya," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Untuk itu, Wamenkomdigi mengapresiasi film 'Menang untuk Kalah', yang mengangkat persoalan pinjol ilegal melalui drama kehidupan sebuah keluarga. Dari film ini, ia menilai, aspek keluarga menjadi hal yang penting untuk diangkat.

Sebab dijelaskannya, karena praktik pinjol ilegal dapat memanfaatkan data dan profiling untuk menekan korban. Tekanan itu kemudian tidak berhenti kepada peminjam, tetapi dapat meluas kepada keluarga, teman, dan lingkungan sosial.

"Para korban pinjol ilegal harus menerima tekanan psikologis yang besar dan tagihan dengan bunga tinggi, bahkan sampai dipermalukan di lingkungannya," ujarnya.

Diketahui, film 'Menang untuk Kalah' akan tayang di bioskop pada 14 November 2026. Produksi film ini juga melibatkan penulis naskah, Jujur Prananto (penulis naskah Ada Apa Dengan Cinta) serta sutradara film ternama Hasto Broto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....