Indonesia-RRT Bentuk Kelompok Kerja untuk Pengembangan AI dan Transfer Teknologi

  • 24 Agt 2026 04:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Tiongkok sepakat membentuk kelompok kerja teknis untuk memperkuat kemitraan global dalam kerangka diplomasi bilateral yang lebih terstruktur.
  • Kesepakatan tersebut ditetapkan melalui Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) yang merupakan forum dialog strategis komprehensif antara kedua negara.
  • Acara CSD berlangsung di Kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Indonesia berperan sebagai tuan rumah dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menjadi salah satu perwakilan pemerintah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sepakat akan membentuk kelompok kerja teknis untuk memperkuat kemitraan global. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo.

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan bersama pada acara Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia dan RRT. Kegiatan perdana tersebut digelar di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, dimana Indonesia berperan sebagai tuan rumah.

Dalam gelaran CSD tersebut, Wamenkomdigi menuturkan terdapat sejumlah pembahasan kerja sama Indonesia dan RRT. Seperti salah satunya diungkapkan Angga Raka, yakni terkait sektor komunikasi dan digital.

Ia menyebut bahwa dalam sektor itu, kelompok kerja teknis akan membahas pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selain itu pembahasan mendalam kelompok kerja tekni, juga akan membahas transfer teknologi, serta keterlibatan ekosistem industri kedua negara.

"Antara sektoral sendiri tadi sudah dibicarakan akan ada istilahnya Working Level Group. Misalkan di Komdigi, counterpart kita dari RRT juga akan melibatkan ekosistem industri mereka ke kita," kata Angga Raka dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut Wamenkomdigi, pembahasan ini menjadi bagian penting bagi kedua negara dalam membangun kerja sama di bidang teknologi. Dengan hal ini Angga Raka meyakini bahwa kerja sama Indonesia dengan RRT akan memberikan manfaat besar bagi masing-masing pihak.

Selain AI lebih lanjut dikatakan Wamenkomdigi, Indonesia dan RRT juga membahas potensi kerja sama terkait mineral kritis. Dalam hal ini diungkapkannya, bahwa Indonesia memiliki sumber daya mineral kritis untuk mendukung pengembangan microchip dan semikonduktor.

"Banyak sekali sektor Komdigi yang tadi dibahas, kemungkinan kerja sama ke depan seperti transfer of technology, bagaimana pengembangan AI di Indonesia," ujarnya.

Potensi tersebut dinilai Angga Raka, membuktikan peranan penting Indonesia dalam pengembangan dan pembentukan tata kelola AI dunia. Melalui kerja sama ini, menunjukan upaya kedua negara membangun kerja sama teknologi yang memberikan manfaat bagi masing-masing pihak.

"Artinya apa? Indonesia punya peran penting ke depan untuk juga ikut turut andil dalam tata kelola AI di dunia," imbuh Wamenkomdigi Angga Raka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....