BGN Dorong Guru Berperan Aktif dalam Pelaksanaan Program MBG
- 07 Sep 2026 14:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN RI mendorong, guru mengambil peran lebih besar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
- Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati menilai, guru memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari.
- Edukasi mengenai gizi dan pola hidup sehat di sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang bertahan dalam jangka panjang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional mendorong, guru mengambil peran lebih besar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Selain mendampingi siswa saat makan, guru diharapkan ikut memberikan edukasi gizi sekaligus memastikan makanan diterima dalam kondisi baik sebelum dikonsumsi.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati mengatakan, guru memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari. Kondisi tersebut, membuat guru dinilai dapat menjadi penghubung antara pelaksanaan MBG dengan pembentukan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
"Program MBG seharusnya tidak hanya dilihat sebagai upaya menyediakan makanan bergizi bagi siswa. Program tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengenalkan pentingnya pola makan sehat dan kebersihan sejak usia dini," katanya dalam keterangan persnya dilansir laman BGN, Senin, 7 September 2026.
Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat diperkenalkan guru, kata Khairul, adalah mencuci tangan sebelum makan. “Salah satu kebiasaan yang dapat diajarkan guru kepada siswa adalah mencuci tangan sebelum makan,” ucapnya.
Dengan begitu, menurutnya, siswa tidak hanya terbiasa mengonsumsi makanan yang tersedia. Tetapi juga, mengetahui manfaat nutrisi bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
"Edukasi mengenai gizi dan pola hidup sehat di sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang bertahan dalam jangka panjang. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi turut diterapkan siswa ketika berada di rumah maupun dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Guru Didorong jadi Pemeriksa Organoleptik Terakhir
Selain memberikan edukasi, BGN juga meminta, guru ikut memperkuat pengawasan terhadap makanan MBG sebelum disantap siswa. Guru diharapkan, dapat melakukan pemeriksaan organoleptik sederhana sebagai langkah kehati-hatian sebelum makanan dibagikan untuk dikonsumsi bersama.
Ia menjelaskan, makanan MBG sebenarnya telah melewati sejumlah tahapan pemeriksaan sebelum sampai ke tangan siswa. Pemeriksaan tersebut, dilakukan secara berlapis oleh pengawas gizi, Kepala SPPG, serta penanggung jawab atau PIC di sekolah.
“Artinya, makanan yang sampai ke sekolah telah melalui pemeriksaan secara berlapis mulai dari pengawas gizi, Kepala SPPG dan PIC sekolah,” ujarnya. Meski demikian, BGN berharap guru dapat menjadi pemeriksa tambahan di tahap terakhir sebelum makanan dikonsumsi oleh siswa.
“Kami berharap guru juga dapat menjadi pemeriksa organoleptik terakhir sebelum makanan dikonsumsi bersama para siswa. Ini menjadi bagian dari kehati-hatian untuk memastikan makanan yang diterima dalam kondisi baik,” ucapnya.
Keterlibatan guru tersebut diharapkan dapat menambah lapisan pengawasan terhadap makanan MBG di sekolah. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi makanan sebelum disajikan kepada siswa.
Peran guru tidak berhenti setelah makanan dinyatakan layak dikonsumsi. Guru juga diharapkan mendampingi siswa selama kegiatan makan bersama sekaligus membantu memastikan kebersihan dan ketertiban tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....