IDAI Sebut Abu Vulkanik Berisiko Picu Gangguan Pernapasan pada Anak
- 07 Sep 2026 11:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Abu vulkanik berpotensi memicu peradangan saluran pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan anak yang sudah ada sebelumnya.
- Abu vulkanik dari erupsi gunung berapi mengandung partikel padat dan gas berbahaya yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan anak secara signifikan.
- Ketua UKK Respirologi IDAI dr. Wahyuni Indawati menjelaskan abu vulkanik terdiri dari material pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang dihasilkan dari interaksi magma.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan anak secara signifikan. Abu vulkanik mengandung partikel padat dan gas berbahaya yang berpotensi memicu peradangan saluran pernapasan serta memperburuk kondisi anak.
Ketua UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia dr. Wahyuni Indawati mengatakan abu vulkanik terdiri atas material hasil pecahan. Batuan, mineral, kaca vulkanik serta gas keluar dari interaksi antara magma dan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan anak.
“Abu vulkanik terdiri dari material yang dikeluarkan gunung berapi, terbentuk dari pecahan batuan, mineral dan kaca vulkanik. Gas juga keluar dari interaksi antara magma, sehingga anak perlu mewaspadai dampak paparannya terhadap kesehatan pernapasan,” kata dr. Wahyuni Indawati saat konferensi pers via Daring di Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, terdapat dua komponen utama yang perlu diwaspadai dalam abu vulkanik, yakni partikulat atau partikel padat serta gas. Gas berbahaya seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida juga perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan pernapasan anak secara langsung.
Paparan partikel dan gas tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup anak. Kondisi itu berpotensi menyebabkan peradangan atau inflamasi pada saluran pernapasan.
“Kalau anak-anak menghirup hal tersebut, akan menyebabkan peradangan atau inflamasi di saluran pernapasan dan membuat mereka mudah mengalami infeksi saluran. Abu vulkanik dapat membuat anak-anak lebih mudah mengalami infeksi saluran pernapasan akibat peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan,” ucap Wahyuni.
Wahyuni menambahkan risiko tersebut menjadi lebih besar pada anak yang memiliki gangguan kesehatan pernapasan seperti asma dan bronkiektasis. Paparan abu vulkanik dapat memicu serangan akut pada anak dengan gangguan pernapasan karena menghirup partikel berbahaya tersebut.
“Anak-anak yang memiliki gangguan kesehatan seperti asma dan bronkiektasis tersebut dapat mengalami serangan akut akibat menghirup partikel-partikel tersebut. Paparan partikel abu vulkanik dapat memicu serangan akut pada anak dengan gangguan kesehatan pernapasan yang sudah dimiliki sebelumnya,” ujar Wahyuni menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....