Dampak Sebaran Abu Anak Krakatau, Penyemprotan Jalan Digencarkan
- 07 Sep 2026 09:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penanganan menjangkau Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Bekasi.
- Personel juga membagikan masker dan menyampaikan imbauan kesehatan kepada masyarakat.
- Brimob menggunakan AWC 6.000 liter untuk mengurangi endapan abu yang mudah beterbangan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Brimob Polda Metro Jaya bergerak mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penanganan dilakukan melalui penyemprotan jalan dan pembagian masker untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.
Upaya tersebut berlangsung di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Bekasi, Minggu, 6 September 2026. Personel Batalyon A, B, C, dan D Pelopor dikerahkan sesuai kebutuhan setiap wilayah.
Dalam pelaksanaannya, personel menggunakan Armored Water Cannon berkapasitas 6.000 liter untuk membasahi permukaan jalan. Cara tersebut dipilih agar endapan abu tidak mudah beterbangan kembali akibat aktivitas kendaraan.
Penyemprotan dimulai dari Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah, hingga Bundaran HI di Jakarta Pusat. Dari kawasan itu, penanganan berlanjut menuju Cipinang, Rawamangun, dan Pulogadung melalui Batalyon B Pelopor.
Penanganan kemudian diperluas menuju Jalan RE Martadinata dan Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan. Sementara Batalyon D bergerak ke Jalan Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat jajaran. Menurutnya, penyemprotan dilakukan bersamaan dengan edukasi untuk menjaga masyarakat dari dampak material vulkanik.
“Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.
Sejalan dengan kegiatan tersebut, personel membagikan masker kepada warga di sejumlah titik penanganan. Imbauan melalui pengeras suara juga diberikan agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat kami imbau menggunakan masker, menjaga kesehatan, dan mengikuti arahan pemerintah. Informasi resmi mengenai perkembangan Anak Krakatau juga perlu terus dipantau,” katanya.
Langkah tersebut penting karena endapan abu dapat kembali terangkat saat kendaraan melintas di jalan. Karena itu, pembasahan dilakukan untuk menekan potensi abu menyebar kembali ke udara.
Selain menggunakan masker, warga diminta membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak. Pengendara juga diimbau mengurangi kecepatan ketika melintasi ruas jalan yang terdampak abu.
Satbrimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi setelah penanganan dilakukan di berbagai wilayah. Personel tetap disiapkan apabila masyarakat membutuhkan dukungan lanjutan akibat sebaran abu vulkanik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....