Menhub: Delapan Bandara Ditutup hingga Pukul 24.00 WIB

  • 06 Sep 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Delapan bandara ditutup sementara hingga pukul 24.00 WIB.
  • Taufik Kiemas dan Atung Bungsu menjadi dua bandara tambahan yang terdampak.
  • Kertajati, Semarang, Juanda, Yogyakarta, dan Solo disiapkan sebagai bandara alternatif.

RRI.CO.ID, Tangerang – Pemerintah memperpanjang penutupan sementara delapan bandara terdampak abu vulkanik Anak Krakatau hingga pukul 24.00 WIB. Jumlah bandara terdampak bertambah setelah Taufik Kiemas dan Atung Bungsu masuk dalam pemantauan terbaru.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan keputusan diambil setelah koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Informasi BMKG menunjukkan arah angin berubah dari barat menuju timur pada ketinggian 15.000 kaki.

“Setelah koordinasi, kami memutuskan delapan bandara ditutup sampai pukul 24.00 WIB. Kondisinya akan kembali kami lihat tengah malam nanti,” ujarnya kepada media di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 6 September 2026.

Dudy mengatakan abu bergerak ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15.000 kaki. Perubahan tersebut dikhawatirkan memperluas sebaran abu menuju wilayah bandara lainnya.

“Kami khawatir sebarannya semakin melebar. Karena itu, penutupan sementara kami putuskan sampai pukul 24.00 WIB,” katanya.

Delapan bandara yang ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik tersebut meliputi:

  1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta
  2. Bandara Halim Perdanakusuma
  3. Bandara Radin Inten II Lampung
  4. Bandara Budiarto Curug
  5. Bandara Pondok Cabe
  6. Bandara Husein Sastranegara Bandung
  7. Bandara Taufik Kiemas
  8. Bandara Atung Bungsu

Pemantauan kini dilakukan lebih intensif selama penutupan sementara berlangsung. Paper test dilakukan setiap 30 menit untuk melihat perkembangan sebaran abu.

“Setiap setengah jam kami melakukan paper test di seluruh bandara. Terutama bandara yang berada pada arah timur,” ucapnya.

Kemenhub juga membuka sejumlah bandara alternatif selama 24 jam untuk membantu pengalihan penerbangan. Bandara tersebut meliputi Kertajati, Semarang, Juanda, YIA Yogyakarta, dan Solo.

“Kami buka untuk operasi 24 jam apabila airlines ingin menggunakan bandara alternatif. Untuk take off dan landing kami persilakan,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan transportasi darat bagi penumpang yang menggunakan bandara alternatif. Salah satu moda yang disiapkan untuk mendukung perjalanan tersebut adalah kereta api.

“Transportasi daratnya akan kami tanggung dan kami siapkan. Misalnya penggunaan kereta untuk mengakses bandara-bandara alternatif tersebut,” katanya.

Pemanfaatan bandara alternatif tetap bergantung pada keputusan masing-masing maskapai. Penumpang juga dapat memilih melanjutkan perjalanan atau membatalkan keberangkatannya.

Dudy belum dapat memastikan apakah penutupan kembali diperpanjang setelah pukul 24.00 WIB. Kondisi tersebut bergantung pada perkembangan cuaca dan pergerakan abu vulkanik.

“Siang tadi angin mengarah ke barat, sore ini berubah menuju timur. Cuaca sangat dinamis sehingga semuanya harus diantisipasi,” ucapnya.

Jumlah penumpang di Terminal 1B, Terminal 2, dan Terminal 3 kini disebut jauh berkurang. Maskapai terus menyampaikan informasi agar masyarakat tidak datang selama penerbangan belum dapat dilakukan.

Sementara itu, jalur transportasi laut masih tetap beroperasi tanpa penambahan kapal. Pengguna penyeberangan, kata dia, tercatat sekitar 61 persen dari rencana harian.

Sebelumnya Dudy menyebut sekitar 150 ribu penumpang dan 467 penerbangan telah terdampak. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena sejumlah penerbangan malam ikut dibatalkan.

“Penerbangan malam tentunya ada yang dibatalkan sampai pukul 24.00 WIB. Jadi nanti kami akan menghitung lagi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....