Sejumlah Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Padati Area Tunggu Bandara Soetta

  • 06 Sep 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sejumlah penumpang terlihat memenuhi terminal Soekarno-Hatta sambil menunggu kepastian penerbangan setelah gangguan akibat erupsi.
  • Sebanyak 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang terdampak selama periode penutupan bandara.
  • Sejumlah penerbangan berstatus dibatalkan, terlambat, maupun dijadwalkan kembali selama proses pemulihan operasional.

RRI.CO.ID, Tangerang – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih terasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu, 6 September 2026. Sejumlah penumpang terlihat memenuhi area terminal sambil menunggu kepastian keberangkatan penerbangan masing-masing.

Berdasarkan pantauan RRI pukul 13.00 WIB, kepadatan terlihat pada area ruang tunggu dan jalur pelayanan penumpang di dalam terminal 2. Sejumlah calon penumpang duduk bersama barang bawaan sambil menunggu informasi terbaru dari maskapai.

Gangguan penerbangan juga terlihat melalui papan informasi keberangkatan di Terminal 2F Soekarno-Hatta. Sejumlah penerbangan berstatus dibatalkan, sementara penerbangan lainnya tercatat terlambat maupun masih sesuai jadwal.

Kondisi tersebut terjadi setelah operasional Soekarno-Hatta sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Penutupan diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB setelah paper test kembali menunjukkan indikasi positif abu vulkanik.

Penutupan tersebut berdampak terhadap 209 pergerakan penerbangan selama periode pukul 01.30 hingga 09.30 WIB. Total penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang berdasarkan pembaruan Ditjen Perhubungan Udara.

Dampak terbesar pada rute domestik terjadi untuk penerbangan menuju dan dari Makassar. Sementara Singapura menjadi rute internasional dengan jumlah pergerakan terdampak paling banyak.

Penerbangan internasional mencatat 16 pembatalan, tujuh penundaan, serta lima penjadwalan kembali. Rute terdampak mencakup Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Gangguan juga terjadi pada penerbangan domestik dengan empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute terdampak meliputi Lampung, Denpasar, serta Surabaya selama penyesuaian operasional berlangsung.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan keselamatan tetap menjadi prioritas setiap keputusan operasional. Penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan mengikuti perkembangan kondisi terkini di lapangan.

“Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

Seiring berlangsungnya penanganan, petugas bandara dan maskapai terus memberikan informasi kepada penumpang. Ruang tunggu juga dipastikan tersedia untuk mengakomodasi penumpang yang masih menunggu kepastian keberangkatan.

Pemulihan jadwal menjadi perhatian karena gangguan dapat berdampak terhadap rotasi pesawat berikutnya. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi ketersediaan armada, penerbangan lanjutan, serta kapasitas terminal.

Ditjen Perhubungan Udara meminta calon penumpang terus memantau informasi terbaru dari maskapai. Masyarakat juga diminta memastikan status penerbangan sebelum menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....