Dinkes Aceh Barat Waspadai Lonjakan ISPA akibat Karhutla

  • 05 Sep 2026 16:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Aceh Barat mewaspadai peningkatan kasus ISPA akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
  • Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Evi Darni, melaporkan peningkatan kasus ISPA di beberapa Puskesmas dengan fokus pada Puskesmas Cot Seumeureung di Kecamatan Samatiga yang sering mengalami Karhutla.
  • Terdapat kekhawatiran terhadap ketersediaan masker dan obat penanganan ISPA akibat tingginya permintaan pasca kebakaran hutan dan lahan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Dinas Kesehatan Aceh Barat mewaspadai peningkatan kasus ISPA akibat karhutla yang kembali terjadi. Kewaspadaan juga diarahkan pada ketersediaan masker dan obat-obatan akibat meningkatnya kebutuhan penanganan ISPA.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni mengatakan, peningkatan kasus terjadi di sejumlah Puskesmas. Perhatian khusus diberikan kepada Puskesmas Cot Seumeureung karena wilayah Samatiga kerap mengalami karhutla.

“Puskesmas lain mengalami hal yang serupa, tapi wilayah Samatiga paling sering terjadi karhutla. Konsentrasi perhatian kita lebih ke Puskesmas Cot Seumeureung,” kata Evi dalam dialog bersama Pro3 RRI, Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, Samatiga memiliki banyak perkebunan sawit dan wilayah gambut yang rentan terbakar. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika terjadi pembukaan lahan perkebunan.

Evi menyebut karhutla di Aceh Barat tahun ini telah terjadi sebanyak tiga kali. Frekuensi tersebut meningkatkan penggunaan masker dan obat-obatan yang sebelumnya diperkirakan untuk satu kejadian karhutla.

“Yang kita khawatirkan, stok masker akan berkurang. Obat-obatan penanganan ISPA juga akan berkurang karena penggunaan tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, stok masker di Puskesmas saat ini masih tersedia dan belum ada permintaan tambahan. Dinas Kesehatan akan memberikan dukungan jika persediaan masker di Puskesmas mengalami kekosongan.

Sebanyak 700 masker juga telah dibagikan kepada anak sekolah dan guru sebagai langkah perlindungan dari paparan asap karhutla. Kelompok rentan menjadi prioritas, meliputi ibu hamil, anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan komorbid.

Evi memastikan ketersediaan obat-obatan pelayanan kesehatan masih aman untuk saat ini. Jika terdapat jenis obat tertentu yang tidak tersedia, Puskesmas dapat menggunakan anggaran non-kapitasi.

Sementara itu, tenaga kesehatan di Puskesmas Cot Seumeureung dinilai masih mencukupi untuk pelayanan. “Jumlahnya memadai untuk bertugas di rawat jalan maupun rawat inap dengan sistem shift,” kata Evi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....