Karhutla Singkawang Sudah 15 Hari, Api Gambut Terus Muncul Kembali
- 05 Sep 2026 07:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kalimantan Barat – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, telah berlangsung selama sekitar 15 hari. Api dilaporkan terjadi di tiga kecamatan dan tersebar di sejumlah lokasi hingga tingkat kelurahan.
Hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan pemadaman secara intensif. Namun, kondisi lahan gambut yang terbakar menjadi kendala karena api kerap muncul kembali meski sebelumnya telah berhasil dipadamkan.
Wakil Walikota Singkawang, Muhammadin mengatakan, ketebalan gambut di sejumlah lokasi mencapai tujuh hingga delapan meter. Kondisi tersebut menyebabkan api dapat terus menyala di bawah permukaan tanah dan kembali muncul beberapa kali dalam sehari.
“Pemadaman terus dilakukan, walaupun banyak yang sudah selesai dan bisa diantisipasi, namun api hidup kembali. Dalam satu hari bisa tiga sampai empat kali muncul kembali,” ujar Mahammadin saat ditemui dilokasi, Sabtu, 5 September 2026.
Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta unsur dan masyarakat peduli api. Selain kondisi gambut yang tebal, keterbatasan sumber air akibat musim kering juga menjadi kendala.
Petugas harus mengangkut air menggunakan kendaraan ke sejumlah titik kebakaran. Tim gabungan juga membutuhkan tambahan sarana pendukung.
“Salah satunya pembuatan sumur bor dan penyediaan pipa untuk menyalurkan air. Karena tidak jarang banyak lokasi-lokasi kebakaran yang sulit dijangkau,” ucapnya.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemadaman dan upaya pembatasan agar api tidak meluas. Pemadaman dilakukan selama 24 jam karena titik api dapat kembali muncul, terutama saat kondisi cuaca panas.
Selain memadamkan api, strategi utama saat ini adalah melakukan blokade agar kebakaran tidak menyebar ke wilayah lain. Kapolres Singkawang AKBP, Dody Yudianto Arruan menyebut, bara api dapat berpindah dan memicu titik kebakaran baru.
Selama 15 hari terakhir, personel gabungan terus berjaga di lokasi kebakaran. Sejumlah petugas bahkan tetap berada di lapangan hingga malam dan dini hari untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga menjalankan upaya kemanusiaan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. “Kegiatan tersebut meliputi pembagian masker dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di sekitar lokasi terdampak,” kata Dody.
Pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca yang panas dan belum adanya hujan. Selain itu, berkurangnya debit air turut menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman.
Untuk mengatasi keterbatasan sumber air, petugas melakukan sejumlah inovasi, termasuk pembuatan sumur bor. Sejumlah sumur bor telah dibuat oleh unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Singkawang untuk mendukung ketersediaan air di lokasi.
Upaya tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan mengingat titik panas masih ditemukan di sejumlah wilayah. Dalam pelaksanaan pemadaman, personel dibagi berdasarkan rayon.
“Posko penanganan dibentuk di wilayah Selatan dan Utara untuk memudahkan koordinasi serta mempercepat respons terhadap munculnya titik api. Personel juga bekerja secara bergantian selama 24 jam,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....