Dua Bulan Nonstop, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla Kalbar

  • 04 Sep 2026 11:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kalimantan Barat – Personel Manggala Agni terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Intensitas penanganan kebakaran bahkan telah berlangsung secara nonstop selama lebih dari dua bulan sejak awal Juli 2026.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan, Yudo Shekti Mustiko, mengatakan personel di lapangan telah melakukan pemadaman sejak awal tahun. Namun, kebakaran kembali meningkat sejak Juli sehingga petugas harus bekerja secara berkelanjutan.

“Kebakaran hutan dan lahan saat ini tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kebakaran banyak terjadi di lahan gambut, seperti di Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang,” kata Yudo saat ditemui di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat, 4 September 2026.

Selain itu, titik api juga ditemukan di kawasan lahan mineral, termasuk di wilayah Sintang dan Melawi. Kondisi tersebut membuat personel Manggala Agni bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman.

Untuk memperkuat penanganan, Kementerian Kehutanan juga mengerahkan bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah daerah. Kalimantan Barat memiliki 268 personel Manggala Agni, sementara jumlah personel di seluruh Kalimantan mencapai 767 orang.

Selain kekuatan personel setempat, Kalbar mendapat tambahan 30 personel BKO dari Sulawesi. Kemudian 15 personel dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Yudo mengatakan kondisi kerja yang berlangsung dalam waktu panjang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Petugas mendapat dukungan untuk menjaga kondisi fisik, termasuk penambah daya tahan tubuh serta pemeriksaan kesehatan.

“Kami berusaha menjaga agar teman-teman tetap sehat. Upaya yang dilakukan sudah semaksimal mungkin, termasuk adanya dukungan BKO dari Manggala Agni di luar pulau,” ujarnya.

Minimnya sumber air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi tim Manggala Agni dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Kalimantan VIII Pontianak, Taufikurohman, menjelaskan bagaimana kondisi ketersediaan air saat ini. Ia mengatakan kondisi musim kemarau menyebabkan ketersediaan sumber air di sejumlah lokasi kebakaran semakin terbatas.

“Kendalanya tentunya kalau musim kemarau ini sumber air sangat minim. Kami berupaya terus bagaimana agar tetap melakukan pemadaman,” kata Taufikurohman.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Manggala Agni menerapkan strategi distribusi air secara estafet. Dengan memanfaatkan tandon atau tangki air di lokasi pemadaman.

Saat ini, Manggala Agni masih melakukan pemadaman lanjutan di lima lokasi kebakaran di Kabupaten Kubu Raya. Lokasi tersebut berada di Desa Limbung, Desa Kuala Dua, Desa Mekarsari, Rasau Jaya III, serta Sungai Asam.

Menurut Taufikurohman, kondisi kebakaran di lahan gambut juga membutuhkan penanganan khusus. Terutama pada titik api yang berada jauh di bawah permukaan tanah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....