Kemenhub Perkuat Mitigasi Transportasi Hadapi Karhutla
- 04 Sep 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh jajaran Kemenhub meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla pada sektor transportasi
- Kemenhub menyiapkan langkah mitigasi di sektor darat, laut, udara, dan kereta api untuk menjaga keselamatan operasional
- Kemenhub mendorong integrasi data hotspot dan koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, BMKG, AirNav Indonesia, serta Satgas Karhutla
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan jajarannya meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instruksi tersebut bertujuan memastikan keselamatan, keamanan, serta kelancaran operasional transportasi tetap terjaga selama karhutla berlangsung.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE-MHB 4 TAHUN 2026 tentang peningkatan kewaspadaan transportasi. Surat edaran tersebut mengatur langkah mitigasi terhadap potensi gangguan transportasi akibat karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
“Karhutla dapat menurunkan jarak pandang dan mengganggu kualitas udara. Karena itu, seluruh jajaran Kemenhub harus mewaspadai serta memitigasi risikonya,” ujar Dudy di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Dudy menegaskan keselamatan dan keamanan transportasi menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi karhutla. Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat dan responsif menghadapi dampak karhutla di sektor darat, laut, udara, serta kereta api.
Pada sektor darat dan kereta api, Kemenhub meminta rumput serta semak di sepanjang ruang milik jalan dan jalur rel dikelola. Bus, truk, dan kereta api juga diminta menurunkan kecepatan ketika memasuki zona yang terdampak asap karhutla.
Jajaran terkait diminta memasang Variable Message Sign untuk memperingatkan pengendara mengenai sebaran asap karhutla. Rute alternatif juga perlu disiapkan apabila jalur arteri utama terisolasi akibat kebakaran hutan dan lahan.
Pada sektor laut dan sungai, kapal diwajibkan mengaktifkan radar serta Automatic Identification System saat melintasi area berkabut asap. Awak kapal juga diminta membunyikan suling kabut secara periodik dan menyalakan lampu navigasi berintensitas tinggi.
Kemenhub menginstruksikan penghentian sementara pelayaran apabila jarak pandang berada di bawah ambang batas keselamatan. Sementara sektor udara, operator bandara diminta mengawasi batas minimum operasional jarak pandang berdasarkan data BMKG.
Maskapai juga diminta menyiapkan rencana penundaan, pengalihan, atau pembatalan penerbangan berdasarkan kondisi aktual. Operator bandara turut diminta meningkatkan patroli perimeter dan memanfaatkan informasi cuaca penerbangan terkini sebelum pesawat beroperasi.
Kemenhub juga meminta integrasi data hotspot dari Kementerian Kehutanan dengan pusat kendali transportasi darat, laut, dan udara. Koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, AirNav Indonesia, BMKG, serta Satgas Karhutla diperlukan untuk memperbarui data.
“Saya minta seluruh jajaran bergerak cepat dan responsif menghadapi dampak karhutla. Kesiapsiagaan sejak dini penting untuk meminimalisasi gangguan layanan transportasi,” kata Dudy.
Kemenhub juga meminta pengawasan akses orang, barang, dan kendaraan ditingkatkan di fasilitas transportasi terdampak karhutla. Masyarakat sekitar fasilitas transportasi diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan mengikuti informasi resmi pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....