Pastikan Layanan Pendidikan Pascabencana, Wapres Kunjungi SMAN 1 Barus

  • 04 Sep 2026 11:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan ke SMAN 1 Barus di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara pada Jumat, 4 September 2026 untuk meninjau kondisi sekolah pascabencana banjir bandang.
  • Kunjungan Wapres difokuskan untuk melihat langsung kegiatan belajar mengajar yang telah pulih setelah bencana banjir bandang yang terjadi pada November tahun sebelumnya.
  • Masyarakat sekitar menunjukkan sambutan yang antusias dengan banyak yang ingin bersalaman dan berfoto bersama Wakil Presiden.

RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi SMAN 1 Barus, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Jumat, 4 September 2026. Kunjungan ini untuk meninjau kegiatan belajar mengajar sekolah pascabecana banjir bandang November tahun lalu.

Setibanya di depan sekolah Wapres disambut antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Banyak dari masyarakat sekitar ingin bersalaman dan berfoto dengan Wapres.

Setelahnya, Wapres melihat langsung kondisi ruangan kelas dan fasilitas sekolah do SMAN 1 Barus. Wapres ingin memastikan layanan pendidikan dapat berjalan optimal walaupun di tengah keterbatasan dan fasilitas belajar mengajar terpenuhi.

Saat bencana, sekolah ini mengalami kerusakan akibat banjir besar sedalam 1,5-2 meter akibat luapan Sungai Aek Sirahar. Sungai itu berjarak sekitar 250 meter di belakang sekolah, merendam SMAN 1 Barus dan menghancurkan berbagai fasilitas pendidikan yang ada.

Buku-buku, komputer, meja, kursi, dan berbagai peralatan sekolah tak sempat diselamatkan karena cepatnya kenaikan debit air yang disertai lumpur. Akibat bencana ini, kegiatan belajar mengajar pun sempat terganggu.

Pada kunjungan ini, Wapres menyampaikan terima kasih atas keteguhan para guru dan semangat para siswa ditengah bencana. Dengan tekad tersebut kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih.

Ia juga memastikan pemerintah pusat dan daerah terus berkolaborasi mempercepat pemulihan serta memenuhi berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan yang diperlukan. “Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” kata Wapres.

Salah seorang guru kelas 12, Widiawati, menceritakan kondisi sekolah saat banjir melanda. Menurutnya, hampir seluruh ruang kelas dan kantor sekolah terendam air dan lumpur.

“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ungkap Widiawati.

“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” ujarnya.

Keterbatasan fasilitas tersebut turut dirasakan para siswa. Salah seorang siswa, Febby Pratama Syafriani, berharap pemerintah dapat membantu memenuhi kembali berbagai fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir.

“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakulikular kami juga difasilitasi,” ujarnya berharap.

Sebagai bentuk dukungan, Wapres pun langsung memberikan sejumlah bantuan fasilitas yang diharapkan pihak sekolah dan siswa. Mulai dari laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, serta perlengkapan belajar mengajar lainnya.

Selain itu Wapres juga memerintahkan pejabat terkait untuk melakukan koordinasi terkait pemenuhan kebutuhan belajar mengajar di sekolah tersebut. Bagi Wapres, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali fasilitas yang rusak.

Lebih dari itu, pemulihan harus memastikan masyarakat dapat kembali hidup dengan aman, produktif, dan mandiri. Sekaligus membangun infrastruktur serta layanan yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....