Kementerian PKP Siapkan 500 Hunian Tetap untuk Korban Gempa NTT
- 02 Sep 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PKP menyiapkan 500 hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.
- Pemerintah juga menyiapkan dana Rp5 miliar untuk membantu renovasi rumah warga terdampak, dengan pembangunan huntap melibatkan sektor swasta melalui gotong royong.
- Kementerian PU mengarahkan penanganan infrastruktur ke jalan provinsi dan kabupaten di NTT, khususnya ruas penghubung antarkabupaten dan jalur alternatif masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman menyiapkan 500 huntap bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Demikian disampaikan oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait.
Pembangunan 500 rumah tersebut akan dilakukan melalui gotong royong dengan melibatkan sektor swasta. Selain pembangunan rumah baru, disiapkan pula dana sebesar Rp5 miliar untuk membantu renovasi rumah warga terdampak bencana.
“Kami sudah siapkan di NTT, 500 rumah hunian tetap. Dan juga dana 5 miliar rupiah untuk membantu teman-teman NTT,” ucap Maruarar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2026.
Maruarar mengatakan, Kementerian PKP telah berkoordinasi dengan Gubernur NTT untuk segera menentukan lokasi pembangunan. Sebab, penetapan titik lahan menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Saya sudah bicarakan dengan Gubernur, Medagri, melalui telepon dan Zoom, supaya bisa segera ditentukan titiknya. Titik lahan itu adalah kewenangan daerah, kalau memang sudah tentu, teman-teman swasta sudah siap membangun,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan penyediaan hunian bagi korban bencana menjadi bagian dari upaya pemerintah. Tujuannya agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tempat pengungsian.
Menurutnya, penanganan perumahan pascabencana tidak hanya mengandalkan APBN. Pemerintah juga mengoptimalkan dukungan sektor swasta, CSR, dan berbagai pihak melalui semangat gotong royong.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan kondisi jalan nasional di NTT secara umum sudah membaik. Karena itu, pemerintah kini mengalihkan perhatian pada perbaikan dan penguatan jalan provinsi serta kabupaten.
Menurut Dody, sejumlah ruas akan menjadi prioritas. Terutama jalan yang menghubungkan antarkabupaten dan dapat digunakan sebagai jalur alternatif masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....