Perum Bulog Siap Kirim Bantuan Beras bagi Warga Terdampak Karhutla di Lapangan
- 01 Sep 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perum Bulog mengimbau kepala daerah melaporkan untuk memperoleh bantuan
- Perum Bulog memastikan gudang aman, tidak terdampak karhutla
- BNPB dan BMKG akan maksimalkan modifikasi cuaca tangani karhutla
RRI.CO.ID, Jakarta- Perum Bulog menyatakan kesiapan untuk mengirim bantuan beras kepada warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani terus berkoordinasi dengan kepala daerah.
"Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan masing-masing kepala daerah baik Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan lain sebagainya. Kami sudah minta kira-kira perlu dukungan bantuan bencana berapa," kata Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Ia menyarankan masyarakat untuk melapor kepada pemerintah setempat untuk selanjutnya mengajukan bantuan kepada Perum Bulog. Rizal memastikan Perum Bulog memberi dukungan untuk masyarakat terdampak bencana melalui penyaluran bantuan pangan.
"Kami sudah sarankan masyarakat kalau membutuhkan, monggo silakan mengajukan lewat masing-masing kepala daerah. Intinya kami akan memberikan support kepada masyarakat baik bencana yang di Nusa Tenggara Timur maupun saudara-saudara kita yang ada di Kalimantan," katanya.
Rizal juga memastikan gudang Bulog di Kalimantan dalam keadaan aman, tidak terdampak karhutla. Bulog tetap melaksanakan program namun tetap menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Bulog tetap melaksanakan program seperti biasa namun dengan kondisi saat ini kami menyesuaikan dengan imbauan-imbauan dari pemerintah . Ada beberapa hari yang lalu, beberapa daerah Sampit dan lain sebagainya betul-betul tertutup kabut asap sehingga sementara tidak melaksanakan pelayanan karena memang kondisinya sangat terbatas jarak pandangnya," kata Rizal.
"Kondisi gudang sampai dengan saat ini aman terkendali tidak ada yang terpapar atau terkena api dan lain sebagainya. Alhamdulillah aman karena posisinya juga jauh dari hutan," katanya.
Rizal menjelaskan tantangan dalam pendistribusian pangan adalah kondisi di lapangan yang berkabut asap dan membuat jarak pandangan mata rendah. "Apabila cuaca juga memungkinkan dan jarak pandang memungkinkan kami akan dorong sampai ke tempat-tempat pendistribusian," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan akan memasimalkan pemanfaatan teknologi untuk menurunkan hujan. BNPB berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menurunkan hujan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
“Jadi ini kalau sudah ada nanti potensi (hujan) ini tentu kami juga akan memanfaatkan ini mengoptimalkan jatuhnya hujan melalui OMC. Mudah-mudahan nanti ada rekomendasi dari BMKG untuk melakukan operasi udara yang lebih intens lagi,” kata Berton dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa, 1 September 2026.
Berdasarkan Analisis Curah Hujan Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio Kalimantan Barat, pada 1 hingga 10 September mendatang, secara umum Kalimantan Barat akan mengalami hujan dengan intensitas rendah. BMKG juga menyatakan bahwa hujan di sebagian wilayah Kalimantan diperkirakan bersifat sporadis (tidak merata) dan berdurasi singkat.
“BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sporadis di sebagian wilayah Kalimantan Barat akan ada pada tanggal-tanggal 1 sampai 7 September ini,” ucapnya. Selain itu, BMKG memperkirakan adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada periode 4 hingga 7 September di beberapa wilayah termasuk Kalimantan Tengah dan Riau yang terdampak karhutla.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....