Kementan Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga 10 Bulan ke Depan

  • 15 Sep 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras nasional tetap aman memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 bulan ke depan
  • Ketersediaan tersebut ditopang standing crop, cadangan rumah tangga dan horeca, serta stok beras Perum Bulog
  • Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan standing crop mencapai sekitar 3,8 juta hektare

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras nasional tetap aman memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 bulan ke depan. Ketersediaan tersebut ditopang standing crop, cadangan rumah tangga dan horeca, serta stok beras Perum Bulog.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan standing crop mencapai sekitar 3,8 juta hektare. Luasan tersebut diperkirakan setara sekitar 10 juta ton beras yang siap menopang kebutuhan nasional.

“Untuk 10 bulan ke depan, stok beras kita masih cukup dan aman menghadapi kondisi kekeringan sekarang. Ketersediaan tersebut menjadi jaminan bahwa kebutuhan beras masyarakat tetap tercukupi,” ujarnya saat memaparkan kondisi stok makanan di Youtube BNPB, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Selain standing crop, kata dia, cadangan beras di hotel, restoran, kafe, dan rumah tangga mencapai sekitar 10 juta ton. Sementara stok beras Perum Bulog tercatat sekitar 4,6 juta ton sehingga memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Ketersediaan tersebut membuat pemerintah tetap optimistis menjaga produksi pangan meskipun kekeringan melanda sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi karhutla dan kekeringan juga terjadi bersamaan di beberapa daerah selama musim kering berlangsung," ucapnya.

Menurut Heru, kecukupan pangan hingga akhir tahun tidak hanya berlaku pada komoditas beras. Pemerintah memastikan sejumlah bahan pangan utama lainnya masih tersedia cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Tidak perlu ada kekhawatiran karena pangan kita cukup untuk berbagai komoditas utama hingga akhir tahun. Beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga berada dalam kondisi aman,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah menjaga produksi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Penguatan dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pertanian untuk menghadapi ancaman kekeringan.

"Program tersebut mencakup pembangunan irigasi, embung, dan irigasi perpompaan di berbagai sentra produksi. Pemerintah juga menjalankan optimalisasi lahan sawah, rawa, serta program cetak sawah," katanya saat berada di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Berbagai langkah tersebut, kata Amran, diarahkan menjaga kapasitas produksi beras tetap tinggi selama menghadapi El Nino. Infrastruktur air juga menjadi penopang utama ketika curah hujan mulai berkurang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....