Musim Hujan Mengintai, 67 Sekolah di Ngada Masih Belajar di Kelas Darurat
- 31 Agt 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan 74 sekolah di Kabupaten Ngada terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
- 33 dari 74 sekolah mengalami kerusakan berat dan belum dapat digunakan secara normal untuk proses pembelajaran.
- 67 sekolah masih menggunakan kelas darurat karena bangunan mengalami kerusakan dan belum aman untuk digunakan kembali.
RRI.CO.ID, Jakarta — Sebanyak 74 sekolah di Kabupaten Ngada terdampak gempa Flores pada 15 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 33 sekolah mengalami kerusakan berat dan belum dapat digunakan secara normal.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Yakobus Mite, mengatakan 67 sekolah masih menggunakan kelas darurat. Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan dan belum aman digunakan.
“Untuk kondisi sekolah yang terdampak saat ini 74 sekolah, yang kategori rusak berat 33 sekolah. Data yang masuk sekarang itu di angka 67,” ujar Yakobus saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Pembelajaran darurat dilakukan menggunakan tenda di lingkungan sekolah. Sebagian tenda didirikan di lapangan olahraga atau area terbuka yang dinilai aman.
Kerusakan terparah ditemukan di wilayah Riung, Riung Barat, dan Bajawa Utara. Sejumlah bangunan sekolah dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan berat akibat gempa.
Menurut Yakobus, kelas darurat menjadi persoalan karena musim hujan segera tiba. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan percepatan revitalisasi sekolah.
“Kelas darurat ini kan bertahan cuma beberapa bulan saja karena sebentar lagi musim hujan. Kemarin teman-teman dari Kemendikdasmen sudah berjanji di awal September ini mereka turun,” katanya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mendistribusikan 100 tenda kelas darurat ke 98 sekolah terdampak di tujuh kabupaten. Tenda tersebut tersebar di Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, Nagekeo, dan Ende.
Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki, juga menyiapkan verifikasi kondisi sekolah terdampak. Tim teknis akan memetakan kerusakan dan menentukan kebutuhan perbaikan sarana pendidikan.
“Minggu ini kami akan menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan kerusakan. Kami juga akan merencanakan intervensi perbaikan sarana-prasarana pendidikan,” ujarnya.
Jamjam mengatakan verifikasi juga bertujuan memastikan sekolah yang masih layak dapat segera digunakan kembali. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan keyakinan orang tua terhadap keamanan bangunan sekolah.
Kemendikdasmen mendorong pembangunan kembali sekolah terdampak menggunakan struktur bangunan yang aman terhadap gempa. Pengalaman gempa Flores sebelumnya menjadi pertimbangan dalam penerapan struktur bangunan tahan gempa.
Sementara itu, pembelajaran tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi setiap sekolah. Guru juga mendatangi rumah siswa yang belum dapat mengikuti pembelajaran di kelas darurat.
Yakobus mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebutuhan pendidikan pascagempa. Menurutnya, layanan pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap berjalan.
Selain kerusakan bangunan, beberapa wilayah Ngada juga mengalami gangguan jaringan internet. Kondisi tersebut menyulitkan pembelajaran daring sekaligus menghambat pelaporan kondisi sekolah kepada pemerintah pusat. (Rahmania Ulfah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....