Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan Pascagempa Flores
- 25 Agt 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pembelajaran tetap berlangsung bagi murid terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak dan sekitar 116.324 murid membutuhkan dukungan layanan pendidikan selama kondisi darurat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan, pembelajaran disesuaikan dengan kondisi dan keselamatan warga sekolah. “Keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama, namun keterbatasan akibat bencana tidak boleh menghentikan hak anak untuk belajar,” ujar Atip dalam keterangan tertulis, Selasa, 25 Agustus 2026.
Pembelajaran saat ini dilaksanakan dari rumah dan tempat pengungsian karena gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah. Dari satuan pendidikan yang telah melaporkan kondisi pembelajaran, 923 sekolah menerapkan belajar dari rumah dan 171 sekolah melakukan pembelajaran daring.
Selain itu, sebanyak 35 sekolah menggunakan kelas darurat dan 30 sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka. Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pembelajaran di Masa Darurat yang memberikan fleksibilitas terhadap moda dan materi pembelajaran.
Panduan tersebut menekankan materi esensial, penguatan literasi dan numerasi dasar, serta dukungan psikososial bagi murid. Dampak gempa mencakup tujuh kabupaten dengan kerusakan pada ribuan ruang kelas dan fasilitas pendidikan lainnya.
Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, sebanyak 5.521 ruang kelas mengalami kerusakan, termasuk 2.229 ruang kelas rusak berat atau total. Sebanyak 502 satuan pendidikan juga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores.
Sejak 16 Agustus, tim Kemendikdasmen telah bergerak ke sejumlah wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar. Kemendikdasmen juga menyiapkan 100 tenda ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Selain fasilitas belajar, pendampingan psikososial diberikan kepada murid dan guru melalui kerja sama dengan sejumlah mitra. Kemendikdasmen juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pembelajaran darurat berjalan hingga masa kebijakan berakhir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....