Bantu Tangani Karhutla, Tiga Helikopter Jepang Dijadwalkan Tiba 10 September

  • 31 Agt 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jepang kirim tiga helikopter ke Indonesia untuk membantu penanganan karhutla, dijadwalkan tiba pada 10 September 2026.
  • Titik panas dan titik api meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan, dengan jarak pandang sekitar satu hingga dua kilometer.
  • Karhutla di Riau dan Jambi cenderung menurun, sementara titik panas Sumatera Selatan bertambah 209 menjadi 1.013 titik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jepang mengirimkan tiga helikopter ke Indonesia untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan yang meluas nasional. Bantuan tersebut dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 10 September 2026 untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di lapangan.

Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan kerja sama Indonesia dan Jepang terus dikonsolidasikan sebelum helikopter segera beroperasi. Pemerintah masih membahas lokasi penempatan serta durasi penggunaan helikopter sehingga informasi teknis akan disampaikan setelah koordinasi lanjutan dilakukan.

"Tiga helikopter akan segera datang dan kami mendapat informasi tanggal 10 September baru tiba di Indonesia. Kami menyambut baik bantuan tersebut dan koordinasi akan terus dilakukan hingga seluruh armada tiba untuk segera beroperasi," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 31 Agustus 2026.

BNPB mencatat titik panas dan titik api masih berkembang di enam provinsi yang mengalami dampak karhutla cukup signifikan. Peningkatan titik panas terlihat di Kalimantan Barat, sedangkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang berbeda.

"Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, jumlah titik panas relatif bertambah dalam pemantauan terbaru. Kalimantan Barat mengalami kenaikan signifikan, sementara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah relatif menunjukkan penurunan," ujarnya.

Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, titik api tercatat meningkat dibandingkan pemantauan sebelumnya secara keseluruhan. Kondisi tersebut turut memengaruhi jarak pandang masyarakat, yang kini berada pada kisaran satu hingga dua kilometer di wilayah terdampak.

"Untuk tiga provinsi tersebut, kami menemukan adanya kenaikan titik api dan jarak pandang satu hingga dua kilometer. Kondisi lapangan terus kami pantau agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan tepat di lapangan," katanya.

Sementara itu, titik api di Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi menunjukkan kecenderungan menurun berdasarkan pemantauan BNPB terbaru kini. Namun, titik panas di Sumatera Selatan bertambah 209 sehingga mencapai 1.013 titik dalam pemantauan tersebut pada periode terbaru.

"Di Riau dan Jambi, titik panas berkurang secara signifikan, sedangkan jarak pandang wilayah terdampak cukup bervariasi. Jarak pandang sekitar empat sampai lima kilometer di Riau dan Sumatera Selatan, sedangkan Jambi sekitar tujuh kilometer," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....