Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla, Cegah Asap Lintas Negara

  • 31 Agt 2026 15:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memperkuat operasi darat dan udara untuk menangani karhutla di Kalimantan dan Sumatera.
  • Puluhan helikopter dan pesawat dikerahkan, sementara ribuan personel disiagakan selama 24 jam.
  • Pemerintah memantau arah angin dan trajektori asap untuk mencegah polusi lintas negara.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan kebakaran sekaligus mencegah polusi asap meluas hingga negara tetangga.

Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH Rizal Irawan mengatakan operasi darat dan udara terus dikerahkan. Ribuan personel gabungan juga disiagakan selama 24 jam untuk menangani titik rawan karhutla.

“Sampai saat ini, beberapa saudara kita di wilayah Kalimantan dan Sumatera menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Mereka juga mengalami penurunan kualitas udara,” katanya dalam keterangannya, Senin, 31 Agustus 2026.

Operasi udara melibatkan puluhan helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing serta modifikasi cuaca. Sementara operasi darat diperkuat ribuan personel gabungan yang tersebar di sejumlah wilayah rawan.

“Operasi udara melibatkan puluhan helikopter dan pesawat yang dikerahkan untuk water-bombing dan modifikasi cuaca. Operasi darat didukung ribuan personel gabungan yang siaga 24 jam di titik-titik rawan,” ujarnya.

Pemerintah tidak hanya memusatkan penanganan terhadap titik api yang muncul di dalam negeri. Pemantauan juga diperluas untuk mengantisipasi potensi penyebaran asap melintasi batas negara.

Langkah tersebut menindaklanjuti pertemuan tingkat menteri dan kelompok kerja teknis di Bali pada Juli 2026. Forum tersebut membahas penanganan transboundary haze pollution bersama sejumlah negara tetangga.

“Langkah kita juga menjangkau level kawasan. Kita memantau arah angin dan trajektori asap untuk mencegah krisis transboundary haze,” ucapnya.

Pemantauan dilakukan secara ilmiah dan transparan menggunakan peta serta informasi meteorologi dari BMKG. Data tersebut menjadi dasar membaca kemungkinan arah pergerakan asap dari wilayah terdampak karhutla.

Pendekatan lintas batas diperlukan karena asap kebakaran dapat bergerak mengikuti kondisi angin dan atmosfer. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara pada wilayah lain di luar sumber kebakaran.

Pemerintah juga terus menggabungkan pemadaman lapangan dengan pemantauan perkembangan kualitas udara secara berkala. Upaya ini diarahkan untuk mengurangi dampak kesehatan terhadap masyarakat di kawasan terdampak.

Sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan karhutla dan mencegah perluasan dampaknya. Pemerintah berharap potensi krisis asap dapat ditekan sejak dini sebelum berkembang semakin luas.

Penanganan tersebut sekaligus diarahkan menjaga kualitas udara regional dan kelestarian lingkungan dalam jangka panjang. Pemerintah juga terus memantau perkembangan titik api serta pergerakan asap pada wilayah rawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....