Gunung Semeru Ditutup akibat Karhutla, 1.235 Pendaki Gagal Mendaki

  • 31 Agt 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup akibat Karhutla di kawasan Blok Ranu Kembang.
  • Sebanyak 1.235 pendaki terdampak, terdiri dari 1.217 WNI dan 18 WNA dalam 162 kelompok.
  • Pendaki mendapat pilihan refund penuh atau reschedule untuk periode kunjungan 15 September–30 November 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup jalur pendakian Gunung Semeru. Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru karena adanya kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di kawasan Blok Ranu Kembang.

Kebijakan itu berdampak langsung pada ribuan calon pendaki yang telah merencanakan perjalanan menuju puncak tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Tercatat seluruh pendaki terdampak semula dijadwalkan melakukan aktivitas pendakian pada 27 Agustus hingga 2 September 2026.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengonfirmasi detail jumlah pengunjung yang gagal mendaki akibat peristiwa tersebut. Ia mengagakan bahwa ada 1.235 pendaki yang gagal mendaki.

"Kalau yang terdampak ada 162 kelompok. Yakni 1.217 WNI dan 18 WNA," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 31 Agustus 2026.

Balai Besar TNBTS memfasilitasi dua skema solusi bagi para pemegang tiket, yakni opsi pengembalian dana (refund) secara penuh atau penjadwalan ulang (reschedule). Dana pengembalian akan ditransfer secara langsung ke rekening pengunjung dengan perkiraan waktu proses 3 hingga 14 hari kerja.

Bagi pengunjung yang memilih opsi penjadwalan ulang, Balai Besar TNBTS menawarkan masa kunjungan baru. Yaitu pada 15 September hingga 30 November 2026.

Namun, pengelola menerapkan aturan ketat untuk mencegah penyalahgunaan tiket. Hal ini dilakukan selama proses pengembalian dana maupun penjadwalan ulang pendakian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....